Cerpen Tentang Kemanusiaan
SUATU HARI DI KEDAI KOPI Fahryan Andria Putra Halo. Namaku Ara. Lengkapnya tidak begitu penting. Dan aku sudah merasa cukup sukses dalam hidup ini. Bagaimana tidak? Umurku baru menginjak usia 20 tahun, namun aku sudah memiliki sebuah kedai kopi di tengah kota. Menjadi sukses di usia muda, membuatku mendapatkan pujian dan apresiasi dari keluargaku, sahabatku, teman-temanku, hingga para pengunjungku. Namun, setelah Covid-19 yang seakan menyelimuti dunia ini, kedai yang tadinya begitu ramai dengan suasana hangatnya, menjadi begitu sepi, senyap dan mati. *** Suara mesin grinder, aroma kopi, kembali menghidupkan tempat ini. Aku menghirup nafasku dalam, bersiap memulai kembali kesuksesanku. Namun, pada kenyataannya menghidupkan sesuatu yang telah mati, bukan suatu hal yang mudah. Sudah satu minggu kedai ini kembali beroperasi, akan tetapi hanya ada dua jiwa yang memenuhi tempat ini, aku dan Awan, sang barista. “Apa kali ini kita beneran tutup aja ya? Dana darurat...