Sate Kere, Jajanan Asli Kota Solo


Sate Kere adalah makanan khas Solo yang sangat terkenal dan biasanya menjadi favorit banyak orang. Nama “kere” di sini berarti gaul atau khas daerah karena sate ini memang sangat identik dengan kota Solo.

Sate ini terbuat dari bahan tempe gembus. Tempe gembus adalah olahan sisa produksi tahu atau ampas kedelai. Dinamakan sate kere karena dalam bahasa Jawa 'kere' berarti tidak punya uang. Dalam kata lain, jika dibandingkan sate pada umumnya yang menggunakan bahan daging, justru sate ini terbuat dari tempe gembus yang lebih terjangkau. Kemudian, sate tersebut dibakar dengan menggunakan arang hingga matang dan warna bagian luar agak hitam kecokelatan.

Ciri khas dari Sate Kere adalah cara penyajiannya yang unik, yaitu dengan menggunakan potongan bambu yang tipis sebagai wadahnya. Potongan bambu tersebut ditumpuk dan diberi pelat dari daun pisang. Sate kemudian diletakkan di atasnya dan disajikan dalam jumlah yang cukup banyak. Selain itu, Sate Kere juga disajikan dengan tiga jenis sambal khas yaitu sambal kecap, sambal kacang, dan sambal mentah.

Sate Kere juga memiliki rasa yang sangat nikmat dan gurih. Daging atau ayam yang digunakan adalah daging segar yang sangat terasa ketika dikunyah. Sambal kecap yang manis dan gurih sangat cocok dipadukan dengan daging sate yang lezat. Sedangkan sambal kacang yang kental dan mantap memberi rasa yang lebih pedas dan sedikit gurih. Sambal mentah yang terbuat dari bawang merah, cabai rawit, dan air asam yang segar, menambah kesegaran asam pada menu ini.

Sate Kere sendiri biasanya dijual di warung-warung kecil di sepanjang jalan atau pasar tradisional Solo. Harganya pun tergolong murah, yaitu sekitar 10 ribu rupiah untuk seporsi. Namun, ada juga tempat-tempat makan yang menyediakan Sate Kere sebagai menu pilihan. Jadi, bagi Anda yang ingin mencicipi makanan khas Solo yang keren ini, jangan lewatkan kesempatan untuk berkunjung ke sana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Puisi Karya Amir Hamzah Berjudul "Padamu Jua"

Analisis Iklan Air Mineral "Aqua" Pada Televisi

Analisis Puisi Berjudul "Serenada Hijau" Karya W.S Rendra