Review "Jurnal Pandangan Sufistik Ketuhanan Dalam Puisi Al Hallaj dan Abdul Hadi W.M dalam Analisis Sastra Banding"


Review Jurnal

Judul Artikel   : Pandangan Sufistik Ketuhanan Dalam Puisi Al Hallaj dan Abdul Hadi W.M dalam Analisis Sastra Banding

Penulis             : Nur Kholis

Reviewer         : Fahryan Andria Putra (20201244045)

Direview pada : 03/11/2021

 

Pendahuluan

            Artikel ini membahas tentang pandangan sufistik ketuhanan dari dua sumber puisi, yaitu puisi Arab dan puisi Indonesia. Puisi sufistik sendiri menurut (Abdul Hadi W.M, 1999) adalah ragam karya sastra yang mendapat pengaruh kuat dari sastra sufi atau sastra tasawuf, termasuk sistem pencitraan, penggunaan lambang, dan metafora. Didalamnya mengandung nilai nilai tasawuf yang dialami oleh pengalaman penulisnya, biasanya ungkapan-ungkapan itu berisikan tentang kerinduannya kepada Tuhannya dan juga kecintaannya kepada Tuhannya yang sangat dalam. Artikel ini menggunakan pendekatan sastra banding, yaitu dengan membandingkan dua karya sastra daru dua negara yang berbeda, budaya yang berbeda, juga bahasa yang berbeda. Sisi yang dibandingkan dari dua puisi milik Al Hallaj dan Abdul Hadi ini adalah pandangan tentang kesatuan Tuhan dengan hambanya. Kesimpulannya adalah adanya perbedaan dan persamaan dalam kedua puisi ini. Puisi yang dibandingkan dari Arab yaitu dari antologi puisi sufistik karya Al Hallaj yang menggambarkan rasa kedekatan terhadap dirinya dengan tuhannya. Untuk puisi dari indonesia, karya Abdul Hadi W.M juga mengekspresikan tentang kedekatan jiwa seorang hamba dengan tuhannya lewat puisi yang berjudul “Tuhan, kita begitu dekat”. Kedua puisi tersebut memiliki persamaan tentang orang yang menggambarkan rasa kedekatannya seseorang dengan tuhannya. Perbedaannya sendiri bisa dilihat dari bahasanya, budayanya, dan juga negara asal puisi itu diciptakan. Tema dari artikel ini menangkat tentang perbandingan antara konsep kesatuan dengan tuhan dalam puisi Arab dan puisi Indonesia.

Tujuan Penelitian

            Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pandangan sufistik dari dua sumber puisi yang berbeda. Puisi yang pertama berasal dari Arab dan yang kedua beradal dari Indonesia. Selain itu, artikel ini bertujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari kedua puisi tersebut.

Subjek Penelitian

            Puisi yang digunakan dalam penelitian ini adalah puisi sufistik karya al Hallaj yang berjudul Hullul dan Abdul Hadi W. M. yang berjudul Tuhan kita begitu dekat.

Metode Penelitian

            Artikel ini menggunakan metode kualitatif, lebih tepatnya adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualiatif adalah metode dimana penulis mengumpulkan data, menganalisis data, dan yang terakhir menyimpulkan data. Metode ini digunakan sebagai cara untuk menguraikan masalah dengan menggambarkan objek penelitian berupa puisi karya al Hallaj dan Abdul Hadi W.M berdasarkan fakta yang ada didalamnya.

Hasil Penelitian

            Dari penelitian tersebut, menghasilkan beberapa titik persamaan dan perbedaan mengenai puisi karya al Hallaj dan Abdul Hadi W.M yang berasal dari Arab dan Indonesia. Persamaan dari kedua puisi milik al Hallaj dan Abdul Hadi ini adalah tentang tema, mereka berdua sama sama mengangkat tentang sufistik, yaitu kedekatan seorang hamba dengan tuhannya. Untuk perbedaannya sendiri adalah tentang bahasa, budaya, dan negara asal puisi tersebut. Selain itu, al Hallaj adalah seorang sastrawan yang karyanya dihiasi dengan pemikiran keilmuan dibidang tasawuf sehingga lebih condong ke sifat religius. Sedangkan puisi milik Abdul Hadi W.M adalah pandangan-pandangannya tentang islam dan pluralisme. Perbedaan lain tentang kedua puisi tersebut adalah tentang pengungkapan. Pada puisi al Hallaj memberikan ungkapan yang cukup menghayati dan dengan bahasa yang cukup tinggi tentang kedekatan tuhan yang tidak memiliki jarak dengan hambanya. Pada puisi milik Abdul Hadi tersebut pengambarannya masih bisa dilogika dan terdapat jarak antara seorang hamba dengan tuhannya.

Kesimpulan

            Dari penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kedua puisi milik al Hallaj dan Abdul Hadi W.M tersebut sama sama mengangkat tema tentang sufisme, lebih tepatnya mengangkat tentang kedekatan seorang hamba dengan tuhannya. Bagaikan satu kesatuan yang tidak bisa terlepas, yaitu tentang seorang hamba dengan tuhannya yang bisa dilihat melalui perumpamaan-perumpamaan dari kedua puisi tersebut. Puisi al Hallaj dan Abdul Hadi memiliki kemiripan yaitu sama-sama mengambarkan tentang seorang hamba yang sangat dekat dengan tuhannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Puisi Karya Amir Hamzah Berjudul "Padamu Jua"

Analisis Iklan Air Mineral "Aqua" Pada Televisi

Analisis Puisi Berjudul "Serenada Hijau" Karya W.S Rendra