Makalah Jenis-Jenis Paragraf

JENIS – JENIS PARAGRAF


KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya maka penyusun dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Jenis–Jenis Paragraf”.

Penyusunan makalah ini merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Bahasa Indonesia di Prodi Matematika Universitas Diponegoro Semarang.

Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada :

  1. Bapak Drs.H.M. Fawzan Ahmad, M.A selaku dosen pengampu pada mata kuliah Bahasa Indonesia.
  2. Rekan-rekan semua yang mengikuti perkuliahan Bahasa Indonesia.
  3. Keluarga yang selalu mendukung penyusun.
  4. Semua pihak yang ikut membantu penyusunan Makalah “Jenis–Jenis Paragraf”, yang tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu.

Dalam penyusunan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penyusun. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penyusun harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

 

Semarang, 8 April 2019

 

Penyusun

 

                                               

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR ...................................................................................  i

DAFTAR ISI ................................................................................................  ii

BAB I      PENDAHULUAN .......................................................................  1

A.    Latar Belakang........................................................................ 1

B.     Rumusan Masalah ..................................................................  2

C.     Tujuan ....................................................................................  2

BAB II     JENIS-JENIS PARAGRAF ........................................................  3

A.    Pengertian Paragraf................................................................. 3

B.     Jenis–Jenis Paragraf ...............................................................  3

BAB III    PENUTUP .................................................................................  14

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................  13

SOAL .........................................................................................................  16

KUNCI JAWABAN  ................................................................................... 21


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.      Latar Belakang Masalah

       Paragraf menjadi bagian yang terpenting dari suatu bacaan. Tujuan paragraf yaitu untuk mengekspresikan suatu gagasan secara tertulis. Dari banyak jenis paragraf tersebut masing-masing mempunyai tujuan. Kadangkala, orang menganggap semua paragraf itu sama. Padahal setiap paragraf mempunyai jenis, karakteristik, dan tujuan masing-masing. Oleh sebab itu, penulis membuat makalah ini dengan tujuan memberikan pemahaman kepada orang-orang mengenai jenis-jenis, karakteristik, dan tujuan masing-masing jenis paragraf.

       Umumnya kesulitan pertama membuat karya tulis ilmiah adalah mengungkapkan pikiran menjadi kalimat dalam bahasa ilmiah. Sering dilupakan perbedaan antara paragraf dan kalimat. Suatu kalimat dalam tulisan tidak berdiri sendiri, melainkan kait-mengait dalam kalimat lain yang membentuk paragraph, paragraf merupakan sanian kecil sebuah karangan yang membangun satuan pikiran sebagai pesan yang disampaikan oleh penulis dalam karangan.

       Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat menjadi paragraph, yang perlu diperhatikan adalah kesatuan dan kepaduan. Kesatuan berarti seluruh kalimat dalam paragraf membicarakan satu gagasan(gagasan tunggal).

       Kenyataannya kadang-kadang kita menemukan alinea yang hanya terdiri atas satu kalimat, dan hal itu memang dimungkinkan. Namun, dalam pembahasan ini wujud alinea semacam itu dianggap sebagai pengecualian karena disamping bentuknya yang kurang ideal jika ditinjau dari segi komposisi, alinea semacam itu jarang dipakai dalam tulisan ilmiah. Paragraf diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari sudut pandang komposisi, pembicaraan tentang paragraf sebenarnya sudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab formal yang sederhana boleh saja hanya terdiri dari satu paragraf. Jadi, tanpa kemampuan menyusun paragraf, tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan. Untuk menyusun paragraph kita harus mengetahui jenis jenis paragraph diliat dari sudut pandang yang berbeda maka pada makalah ini akan membahas jenis jenis berdasarkan sudut pandang yang berbeda.

B.       Rumusan Masalah

1.       Apa yang dimaksud dengan paragraf?

2.       Apa saja jenis-jenis paragraf?

C.      Tujuan

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah:

1.       Untuk menjelaskan pengertian paragraf.

2.      Untuk menjelaskan apa saja jenis-jenis paragraf.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

JENIS-JENIS PARAGRAF

 

A.           Pengertian Paragraf

Paragraf merupakan bagian karangan/tulisan yang membentuk satu kesatuan pikiran/ide/gagasan (Rahardi, 2009:158).

Paragraf merupakan suatu kumpulan dari kesatuan pikiran yang kedudukannya lebih tinggi serta lebih luas dari pada kalimat. Atau dapat diartikan pula paragraf adalah bagian dari sebuah karangan yang terdiri dari beberapa kalimat, yang berisikan tentang informasi dari penulis untuk pembaca dengan pikiran utama sebagai pusatnya dan juga pikiran penjelas sebagai pendukungnya. Paragraf terdiri dari beberapa kalimat yang berhubungan antara satu dengan yang lain dalam suatu rangkaian yang menghasilkan sebuah informasi. Paragraf juga dapat disebut sebagai penuangan ide dari penulis melalui beberapa kalimat yang berkaitan dan memiliki satu tema. Paragraf juga dapat disebut sebagai karangan yang singkat.

B.            Jenis-Jenis Paragraf

Paragraf terbagi menjadi lima jenis yaitu sebagai berikut :

1.      Paragraf Eksposisi

a.      Pengertian Paragraf Eksposisi

               Paragraf eksposisi (paparan) adalah paragraf yang memajankan, menjelaskan, atau menginformasikan suatu hal untuk menambah pengetahuan atau pemahaman pembaca (Wijayanti dkk., 2014:130).

               Paragraf eksposisi merupakan paragraf yang bertujuan untuk menginformasikan sesuatu sehingga memperluas pengetahuan pembaca. Paragraf eksposisi bersifat ilmiah/nonfiksi. Sumber untuk penulisan paragraf ini dapat diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian atau pengalaman (Suladi, 2014:66-67).

               Jadi, paragraf eksposisi adalah paragraf yang menjelaskan atau menginformasikan sesuatu untuk menambah pengetahuan pembaca dan bersifat ilmiah/nonfiksi yang bersumber dari penelitian, pengamatan atau pengalaman.

b.      Ciri Paragraf Eksposisi

Menurut Suladi (2014:67), ciri-ciri paragraf eksposisi antara lain:

1)        Berusaha menjelaskan sesuatu.

2)        Gaya tulisan bersifat informatif.

3)        Fakta dipakai sebagai alat kontribusi dan mengonkretkan informasi.

Kosasih (2008:106) juga berpendapat bahwa paragraf eksposisi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1)        Penjelasannya bersifat informatif

2)        Pembahasan masalah bersifat objektif.

3)        Tidak mempengaruhi pembaca.

4)        Penjelasan dinyatakan dengan bukti yang konkret (tidak mengada-ada).

5)        Pembahasannya bersifat logis dan sistematis.

Dari pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri paragraf eksposisi antara lain bersifat informatif, terdapat fakta yang menguatkan, serta masalah yang ada dibahas secara objektif.

c.       Cara Membuat Paragraf Eksposisi

Menurut Kosasih (2014: 36), langkah penulisan teks eksposisi adalah sebagai berikut.

1)        Menentukan topik, yakni suatu hal yang memerlukan pemecahan masalah atau sesuatu yang mengandung problematika di masyarakat.

2)        Mengumpulkan bahan dan data untuk memperkuat argumen, baik dengan membaca-baca surat kabar, majalah, buku, ataupun internet.

3)        Membuat kerangka tulisan berkenan dengan topik yang akan kita tulis yang mencakup tesis, argumen, dan penegasan (kesimpulan).

4)        Mengembangkan tulisan sesuai dengan kerangka yang telah kita buat.

Contohnya:

Jatuhnya sebuah pesawat airbus A300-600 yang berkapasitas 266 penumpang adalah peristiwa kedua bagi American Airlines. Mesin kiri dari pesawat tersebut tiba-tiba lepas dari dudukannya beberapa detik setelah lepas landas dari bandar udara internasional O’Hare Chicago. Dengan jatuhnya mesin yang berbobot 5 ton tersebut, keseimbangan pesawat mendadak berubah sehingga pilot tidak bisa mengendalikan pesawat dengan baik. Pesawat tersebut menghujam tempat parkir kendaraan beberapa detik kemudian dan penumpang pesawat beserta awak pesawat tewas seketika (Wiyanto, 2006:64).

2.      Paragraf Deskripsi

a.      Pengertian Paragraf Deskripsi

Paragraf deskripsi (pemerian) adalah paragraf yang melukiskan suatu objek, tempat, atau peristiwa dengan seterang-terangnya kepada pembaca. Melalui dekripsi, pembaca solah-olah diajak penulis untuk merasakan apa yang tertulis karena penulis melibatkan hampir segenap pancaindra di dalam tulisannya (Wijayanti dkk., 2014:129).

Paragraf deskripsi berisi gambaran mengenai suatu objek atau suatu keadaan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera. Paragraf ini bertujuan untuk memberikan kesan/impresi kepada pembaca terhadap objek, gagasan, tempat, peristiwa, dan semacamnya yang ingin disampaikan penulis (Suladi, 2014:62-63).

Dapat disimpulkan bahwa paragraf deskripsi merupakan paragraf yang menggambarkan suatu objek, tempat, dan peristiwa dengan seterang-terangnya kepada pembaca dengan melibatkan kesan indera sehingga pembaca seolah-olah diajak oleh penulis merasakan apa yang tertulis.

b.      Ciri Paragraf Deskripsi

Menurut Kurniasari (2014:141), ciri-ciri paragraf deskripsi sebagai berikut:

1)      Isinya menggambarkan suatu benda, tempat, makhluk hidup, atau sesama tertentu.

2)      Penggambaran dilakukan dengan pancaindra, diantaranya indra penglihatan, indra pendengaran, indra penciuman, indra pengecapan, atau indra perabaan.

3)      Orang-orang yang membaca atau yang diceritakan ikut merasakan dan melihat sendiri objek yang dimaksud.

c.       Cara Membuat Paragraf Deskripsi

Cara penulisan teks deskripsi yang dikemukakan oleh Semi (2007: 114) yaitu menggambarkan sesuatu sedemikian rupa, sehinggga pembaca dibuat mampu (seolah merasakannya, melihat, mendengar atau mengalami) sebagaimana dipersepsi oleh pancaindra. Karena dilandaskan pada pancaindra, deskripsi sangat mengandalkan pencitraan konkret dan rincian atau spesifikasi.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa menulis teks deskripsi adalah proses menggambarkan objek, terutama objek yang jauh dan tidak bisa dihadirkan secara langsung. Oleh karena objek dari teks deskripsi berupa objek realita, penulis tidak bisa asal berkreasi sendiri dalam pikiran.

Contohnya :

Saat brownis coklat buatan ibuku dihidangkan untukku, wangi brownis coklatnya langsung tercium enak oleh hidungku. Saat aku mencoba memakannya, bentuk dan rasa manisnya langsung membuat lidahku bergoyang. Sungguh, ibuku sangat pandai sekali membuat brownis coklat ini (Wiyanto, 2006:65).

3.      Paragraf Persuasi

a.      Pengertian Paragraf Persuasi

Paragraf persuasi (ajakan) adalah paragraf yang berisi unsur ajakan, imbauan, bujukan, atau saran kepada pembaca. Persuasi mengutamakan emosi atau perasan pembaca, sedangkan sasaran argumentasi menitikberatkan pada logika pembaca. Persuasi bertujuan agar pembaca terbujuk (Wijayanti dkk., 2014:131).

Paragraf persuasi adalah paragraf yang berisi ajakan. Paragraf persuasi bertujuan untuk membujuk pembaca agar mau melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. Artinya, jika ingin tujuan tercapai, penulis harus mampu menyampaikan bukti dengan data dan fakta pendukung (Suladi, 2014:72).

Jadi, paragraf persuasi adalah paragraf yang berisi ajakan mengutamakan emosi atau perasaan pembaca. Penulis menyertakan bukti data dan fakta pendukung dengan tujuan agar pembaca terbujuk.

b.      Ciri Paragraf Persuasi

Vendrafirdian (2008) mengungkapkan ciri-ciri persuasi yaitu:

1)        Harus menimbulkan kepercayaan pendengar/ pembacanya.

2)        Bertolak atas pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.

3)        Menciptakan persesuaian melalui kepercayaan antara penulis dan pembaca.

4)        Menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan tujuan tercapai.

5)        Harus ada fakta dan data yang mendukung.

Menurut Pratama (2009), ciri-ciri paragraf persuasi antara lain:

1)        Mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat.

2)        Bertujuan mempengaruhi sikap dan pendapat pembaca agar mereka mau berbuat, bertindak, atau melakukan sesuatu secara sukarela sesuai yang diinginkan pengarang.

3)        Membuktikkan kebenaran pendapat pengarang sehingga tercipta keyakinan dan kepercayaan pada diri pembaca.

Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri paragraf persuasi adalah mengungkapkan ide atau gagasan, bertujuan mempengaruhi pembaca, dan disertai dengan fakta untuk mendukung gagasan.

 

c.       Cara Membuat Paragraf Persuasi

Alfiansyah (2009) memaparkan langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam menulis paragraf persuasi yaitu:

1)        Menentukan Topik dan Tujuan dalam Paragraf Persuasi

Dalam paragraf persuasi, tujuan penulis dapat dikemukakan secara langsung.

2)        Membuat Kerangka Paragraf Persuasi

Agar susunan tulisan persuasi itu sistematis dan logis, kerangka tulisan perlu mendapat perhatian dalam perumusannya.

3)        Mengumpulkan Bahan untuk Paragraf Persuasi

Bahan dapat diperoleh melalui kegiatan pengamatan, wawancara, dan penyebaran angket kepada responden. Pada saat mengumpulkan bahan, kita dapat membuat catatan, baik kutipan langsung maupun tidak langsung, yang nantinya dapat dijadikansebagai barang bukti.

4)        Menarik Simpulan dari Paragraf Persuasi

Penarikan simpulan dalam suatu paragraf persuasi harus kita lakukan dengan benar agar tujuan kita tercapai. Suatu kesimpulan dapat dibuat apabila data yang diperoleh telah dianalisis. Penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan cara induksi atau deduksi.

5)        Menutup Paragraf Persuasi

Pada bagian ini penulis menutup paragraf dengan imbauan atau ajakan agar pembaca mau bertindak atau melakukan sesuatu sesuai yang diharapkan penulis.

Contohnya :

Membaca memang merupakan faktor penting dalam menguasai berbagai ilmu pengetahuan. sebab seseorang tak memiliki niat untuk membaca pasti tidak banyak memiliki tingkat pengetahuan. Karena ilmu pengetahuan biasanya bersumber dari buku. Misalnya anak yang pandai dalam pelajaran, biasanya dia akan menjadi kutu buku. Bagi siapa saja yang tidak memiliki niat untuk membaca pasti pengetahuannya tidak luas dan terbatas. Oleh karena itu membaca menjadi hal yang penting dan biasakanlah membaca buku (Wiyanto, 2006:66).

4.      Paragraf Argumentasi

a.      Pengertian Paragraf Argumentasi

Paragraf argumentasi (bahasan) adalah paragraf yang berisi pembuktian atau pembahasan atas pendapat penulis tentang suatu hal. Dalam paragraf argumentasi, penulis berusaha meyakinkan pembaca dengan menyertakan bukti, contoh, atau alas an (Wijayanti dkk., 2014:131).

Paragraf argumentasi atau paragraf bahasan adalah suatu  corak paragraf  yang  bertujuan membuktikan pendapat penulis agar pembaca menerima pendapatnya. Dalam paragraf ini penulis menyampaikan pendapat yang disertai penjelasan dan alasan yang kuat dan meyakinkan dengan maksud agar pembaca bisa terpengaruh (Suladi, 2014:74).

Jadi, paragraf argumentasi adalah paragraf yang berisi pembahasan atas pendapat penulis tentang suatu hal yang disertai dengan bukti penjelasan, contoh, atau alasan yang kuat dan meyakinkan dengan maksud agar pembaca bisa terpengaruh.

b.      Ciri Paragraf Argumentasi

Nursisto (1999:43) mengemukakan ciri-ciri paragraf argumentasi adalah sebagai berikut.

1)        Mengandung bukti dan kebenaran.

2)        Alasan kuat.

3)        Menggunakan bahasa denotatif.

4)        Analisis rasional (berdasarkan fakta).

5)        Unsur subjektif dan emosional sangat dibatasi (sedapat mungkin tidak ada).

Indriati (2001: 79) menyatakan bahwa argumentasi yang kuat harus mengandung lima ciri-ciri. Lima ciri-ciri tersebut antara lain:

1)        klaim (claim),

2)        bukti afirmatif (setuju) dan bukti kontradiktif (bantahan),

3)         garansi/justifikasi (warrant),

4)        kompromi (concessions), dan

5)        sumber aset (reservations).

Berdasarkan pemaparan yang disampaikan di atas, dapat disimpulkan bahwa paragraf argumentasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Pertama, terdapat pernayataan atas suatu pendapat. Kedua, menyertakan alasan untuk meyakinkan orang lain mengenai pendapat yang disampaikan. Ketiga, mengandung bukti kebenaran berupa data dan fakta pendukung yang relevan. Keempat, analisis yang dilakukan berdasarkan data dan fakta yang disampaikan.

c.       Cara Membuat Paragraf Argumentasi

Wiyanto (2006:10) mengungkapkan bahwa cara membuat paragraf argumentasi antara lain:

1)        Mendaftar topik

Menentukan topik apa saja yang akan dikembangkan menjadi paragraf dengan cara mendaftar topik minimal 10 topik

2)        Memilih topik

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun paragraf argumentasi:

a)    Memilih topik yang akan dikembangkan.

b)   Mendaftar gagasan yang merupakan sebab-akibat dalam kaitannya dengan pokok-pokok yang akan ditulis

c)    Mengkaitkan pokok-pokok pembicaraan dengna pola rincian sebab atau akibat

3)        Menyusun paragraf argumentasi

Mengembangkan topik yang telah dipilih dengan memerhatikan pola pengembangannya yaitu pola rincina sebab atau akibat.

Contohnya :

Membaca memang merupakan faktor penting dalam menguasai berbagai ilmu pengetahuan. Seorang penasihat hukum pasti selalu membaca buku-buku yang terkait dengan hukum, sebab jika tidak membaca buku hukum pasti ia akan merasa kesulitan dan tidak tahu apa saja pasal-pasal yang tertera dibuku hukum. Seorang mahasiswa, tidak mau membaca buku maka akan mengalami kesulitan dalam menjawab soal-soal dari dosen (Wiyanto, 2006:68).

5.      Paragraf Narasi

a.      Pengertian Paragraf Narasi

Paragraf narasi (kisahan) adalah paragraf yang berisi kisahan, cerita rekaan, atau cerita pengalaman. Cerita dijalin dalam urutan waktu peristiwa dan tokoh (baik manusia maupun benda yang ‘dimanusiakan’) yang menjadi sorotan kisah penulisnya. Narasi buka hanya terdapat pada karya fiksi, melainkan juga nonfiksi (Wijayanti dkk., 2014:129).

Narasi merupakan gaya pengungkapan yang bertujuan menceritakan atau mengisahkan rangkaian kejadian atau peristiwa (baik peristiwa kenyataan maupun peristiwa rekaan) atau pengalaman hidup berdasarkan perkembangannya dari waktu ke waktu sehingga tampak seolah-olah pembaca mengalami sendiri peristiwa itu. (Suladi, 2014:   59-60).

Jadi, paragraf narasi merupakan paragraf fiksi atau non fiksi yang berisi kisahan, rekaan, atau pengalaman berdasarkan pengembangannya dari waktu ke waktu sehingga seolah-olah pembaca mengalami sendiri peristiwa itu.

b.      Ciri Paragraf Narasi

Ciri utama paragraf narasi adalah gerak atau perubahan dari keadaan suatu waktu menjadi keadaan yang lain pada waktu berikutnya melalui peristiwa-peristiwa yang berangkaian (Sujanto 1988:3).

Suparno dan Mohammad Yunus (2007:111) menjelaskan ciri-ciri karangan narasi yang membedakan dengan karangan yang lain, yaitu karangan narasi adalahragam wacana yang menceritakan proses kejadian suatu peristiwa. Sasarannya adalah memberikan gambaran yang sejelas-jelasnya kepada pembaca mengenai fase, langkah, urutan, atau rangkaian terjadinya sesuatu hal.

Menurut Keraf (2000:136) yang menjadi ciri dari karangan narasi adalah:

1)        Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.

2)        Dirangkai dalam urutan waktu.

3)        Berusaha menjawab pertanyaan (apa yang terjadi?).

4)        Ada konfiks.

Dari beberapa pendapat para ahli di atas, maka dapat ditarik simpulan ciri-ciri paragraf narasi yaitu perubahan keadaan dari suatu waktu menjadi keadaan lain (konflik), mementingkan urutan waktu (secara kronologis), ada tokoh yang diceritakan atau tulisan itu berisi cerita tentang kehidupan makhluk hidup (boleh merupakan kehidupan nyata, imajinasi, dan boleh gabungan keduanya), dan cerita itu memiliki nilai keindahan (baik keindahan isinya, maupun dalam penyajiannya).

c.       Cara Membuat Paragraf Narasi

Karsana (1986:5-18) mengungkapkan bahwa menulis paragraf narasi harus memperhatikan komponen-komponen yang membentuk paragraf narasi. Komponen-komponen yang harus diperhatikan dalam membentuk paragraf narasi, meliputi 1) pelaku cerita, 2) jalan cerita secara kronologis/sorotbalik, 3) latar tempat kejadian dan waktu terjadinya, dan 4) keselarasan peristiwa.

Selanjutnya, langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menulis paragraf narasi meliputi: menentukan tema, membuat garis besar cerita ke dalam bagian awal, perkembangan dan akhir cerita, menyusun tokoh, latar dan sudut pandang, menyusun kerangka paragraf, merangkai kata-kata dalam bentuk kalimat, dan terakhir menulis kalimat ke dalam paragraf.

Contohnya :

Beberapa hari yang lalu kami pergi ke sebuah pusat wisata yang berada di Jakarta. Kami pergi dengan 2 mobil pribadi. Mobil kami melaju cukup cepat secara beriringan dengan mobil lainnya. Perjalanan menjadi sangat menyenangkan, semua orang tampak gembira. Cahaya sinar matahari menyinari kami sehingga membuat pemandangan dari dalam kacamata mobil cukup indah (Wiyanto, 2006:70).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Simpulan

Paragraf dapat diartikan sebagai gabungan dari beberapa kalimat. Paragraf mempunyai beberapa jenis. Setiap jenis paragraf mempunyai tujuan tertentu sehingga berbeda antara satu sama lain. Jenis-jenis paragraf berdasarkan isinya antara lain paragraf eksposisi, deskripsi, persuasi, argumentasi, dan narasi. Kalimat-kalimat yang bergabung membentuk sebuah paragraf saling berkaitan dan memiliki satu tema. Paragraf juga dapat disebut sebagai penuangan ide dari penulis melalui beberapa kalimat yang berkaitan dan memiliki satu tema. Paragraf juga dapat disebut sebagai karangan yang singkat.

B.     Saran

Masih banyak generasi sekarang yang kurang begitu tertarik untuk mempelajari Bahasa Indonesia. Dengan adanya tugas ini, diharapkan mahasiswa menjadi lebih paham dalam menerapkan Bahasa Indonesia terutama dalam bentuk tulisan. Oleh sebab itu, tugas pembuatan makalah ini bisa dilanjutkan sehingga banyak hal positif yang bisa diambil.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Alfiansyah, Muhammad. 2009. Paragraf Persuasif dalam http://www.sentraedukasi.com/2009/11/paragraf-persuasif.html (diakses pada Minggu, 5 Mei 2019 08.45)

 

Indriati, Etty. 2001. Menulis Karya Ilmiah: Artikel, Skripsi, dan Disertasi. Jakarta: Gramedia.

 

Karsana, Ano. 1986. Buku Materi Pokok Keterampilan Menulis. Jakarta: Karunika Jakarta UT.

 

Keraf, Gorys. 2000. Argumentasi dan Narasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka.

 

Kosasih, E. 2012. Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Yrama Widya.

 

________ .2014. Jenis-Jenis Teks Analisis Fungsi, Struktur, Kaidah, serta Langkah Penulisannya dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Bandung: Yrama Widya.

 

Kurniasari, Anna Nurlaila. 2014. Sarikata Bahasa dan Sastra Indonesia. Yogyakarta: Solusi Distribusi.

 

Nursisto. 1999. Penuntun Mengarang. Yogyakarta: Adi Cita.

 

Pratama, Riszal. 2009. Ciri Paragraf Persuasif dalam http://riszal92.wordpress.com/2009/03/ciri-paragraf-persuasif/ (diakses pada Minggu, 5 Mei 2019 09.15)

 

Rahardi, Kunjana. 2009. Penyuntingan Bahasa Indonesia untuk Karang-Mengarang. Jakarta: Erlangga.

 

Semi, M.A. 2007. Dasar-Dasar Ketrampilan Menulis. Bandung: Angkasa.

 

Sujanto. 1988. Ketrampilan Berbahasa Membaca-Menulis-Berbicara untuk Mata Kuliah Dasar Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud.

 

Suladi. 2014. Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Paragraf. Jakarta: Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

 

Suparno dan Mohammad Yunus. 2007. Ketrampilan Menulis. Jakarta: Universitas Terbuka.

 

Tukan, Paulus. 2006. Mahir Berbahasa Indonesia 3. Jakarta Timur: Yudistira.

 

Vendrafirdian. 2008. Makalah Bahasa Indonesia tentang Karangan Persuasi dalam http://vendrafirdian.wordpress.com/2008/07/28/makalah-bahasa-indonesia/ (diakses pada Senin, 6 Mei 2019 16.50)

Wijayanti, Sri Hapsari, dkk. 2013. Bahasa Indonesia: Tulisan dan Penyajian Alinea. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

 

Wiyanto, Asul. 2006. Terampil Menulis Paragraf. Jakarta: Grasindo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SOAL

 

Petunjuk : Pilihlah jawaban antara A, B, C, D, atau E yang menurutmu paling tepat !

Paragraf di bawah ini untuk soal nomor 1 dan 2

Ketika aku kecil, tubuhku sangat gemuk. Untuk duduk atau mengenakan sepatu aku harus dibantu ayah atau ibuku. Bukan karena aku manja, tetapi karena memang aku sulit untuk menekuk tubuhku lantaran terganjal perutku yang buncit. Dokter keluargaku menyarankan agar aku mencoba berolahraga dengan jenis olahraga yang paling aku sukai. Sudah kucoba berbagai jenis olahraga, mulai renang dan fitnes di tempat fitnes atau di rumah, namun semuanya tidak bertahan lama. Akhirnya, aku menemukan olahraga yang amat sangat aku sukai, yaitu bermain sepatu roda. Sungguh, sehari saja aku tidak menyentuh sepatu roda, rasanya kakiku gatal.

 

1.      Paragraf tersebut dikembangkan dengan pola pengembangan ….

  1. Narasi
  2. Deskripsi
  3. Eksposisi
  4. Persuasi
  5. Argumentasi

 

2.      Paragraf tersebut bertujuan untuk ….

A.    Menjelaskan sesuatu

B.     Meyakinkan pembaca

C.     Menggambarkan sesuatu

D.    Menceritakan sesuatu

E.     Memengaruhi orang

 

 

 

Perhatikan penggalan teks berikut !

Meutia Hatta, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden mengungkapkan bahwa kurikulum 2013 ini bertujuan untuk membentuk karakter generasi berkualitas, cinta tanah air dan bangsanya. Selain itu kurikulum 2013 juga menitikberatkan peran aktif siswa dalam proses belajar mengajar, sehingga generasi mendatang tetap mempunyai jati diri Bangsa Indonesia dan berkualitas.

3.      Sturktur teks eksposisi pada penggalan teks di atas adalah ...

A.    Tesis

B.     Pernyataan pendapat

C.     Argumentasi

D.    Identifikasi

E.     Penegasan ulang pendapat

 

Perhatikan penggalan teks berikut !

Sudah waktunya orang-orang yang bertempat tinggal di desa merupakan cara berfikir mereka. Setidaknya ada orang yang bisa merubah cara berfikir mereka tentang anak yang baru lulus dari sd harus menikah. Selain orang-orang yang bisa merubah mreka, setidaknya mereka juga berfikir sendiri bahwa anaknya harus setinggi mungkin untuk sekolah supaya bisa mencapai cita-cita yang ingin diraihnya. Dari cara berfikir mereka yang seperti itu mereka akan sedikit mengurangi jumlah penduduk Indonesia yang semakin lama semakin bertambah.

4.      Teks di atas merupakan jenis karangan ….

A.  Persuasi

B.   Argumentasi

C.   Eksposisi

D.  Deskripsi

E.   Narasi

 

5.      Cermati kalimat-kalimat berikut !

(1)   Pemberlakuan denda maksimal untuk sementara ini berlaku sama antara kendaraan roda dua dan roda empat, yakni lima ratus ribu rupiah.

(2)   Walaupun dengan sistem denda ini jumlah pelanggar menurun, tetapi polisi tetap menata peminggiran separator jalur khusus tersebut.

(3)   Jumlah pelanggar jalur Transjakarta akhir-akhir ini cenderung menurun.

(4)   Pasalnya polisi menerapkan denda berat bagi kendaraan yang menerobos jalur Transjakarta.

Urutan yang tepat untuk menjadi paragraf eksposisi yang padu adalah ....

A.    (1), (3), (4), (2)

B.     (1), (2), (4), (3)

C.     (3), (1), (4), (2)

D.    (3), (4), (1), (2)

E.     (4), (1), (3), (2)

 

Perhatikan penggalan teks berikut !

Sebaiknya pemerintah melakukan penghematan. Selama ini, pemerintah boros dengan cara tiap tahun membeli ribuan mobil dinas baru serta membangun kantor-kantor baru dan guest house. Pemerintah juga selalu menambah jumlah PNS tanpa melakukan perampingan, membeli alat tulis kantor (ATK) secara berlebihan, dan sebagainya. Padahal, dana yang dimiliki tidak cukup untuk itu.

6.      Jenis paragraf berdasarkan penggalan teks di atas adalah ....

A.    Deskripsi

B.     Narasi

C.     Persuasi

D.    Argumentasi

E.     Eksposisi

 

7.      Cermati ciri-ciri paragraf berikut !

(1)   Berisi bacaan yang melukiskan atau menggambarkan objek tertentu.

(2)   Disertai bukti-bukti yang mendasari argumen.

(3)   Bertujuan menjelaskan atau memaparkan

(4)   Memberikan asumsi kepada pembaca.

(5)   Tidak bersifat mempengaruhi pembaca.

 

Ciri-ciri paragraf eksposisi ditunjukkan oleh nomor ....

A.    (1) dan (5)

B.     (3) dan (4)

C.     (3) dan (5)

D.    (2), (3), dan (4)

E.     (3), (4), dan (5)

 

Perhatikan penggalan teks berikut !

Pemerintah Kabupaten Probolinggo menawarkan paket wisata erupsi Gunung Bromo. Penawaran ini diciptakan demi meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung, sekaligus memberikan jaminan bahwa gunung setinggi 2329 m dari permukaan laut tersebut aman dikunjungi meski berstatus siaga. Nantinya, wisatawan bisa menikmati pemandangan eksotis Gunung Bromo dari kejauhan. Penawaran paket wisara ini juga termasuk kegiatan menikmati hasil panen dan keeksotisan matahari terbit.

8.      Teks di atas mendeskripsikan tentang …

A.    Keindahan Gunung Bromo

B.     Kebaikan hati Pemerintah Kabupaten Probolinggo

C.     Penawaran paket wisata erupsi Gunung Bromo

D.    Pemandangan eksotis Gunung Bromo

E.     Banyaknya jumlah wisatawan di Gunung Bromo

 

Cermati penggalan teks berikut !

Gubernur memerintahkan semua lurah dan dokter puskesmas turun langsung ke masyarakat guna memaksa para penderita tuberkulosis (Tb) untuk menyelesaikan proses penyembuhan. Hal itu dilakukan karena jumlah penderita Tb masih sangat tinggi. Dalam catatan, sepanjang 2015, ada 10.844 kasus Tb.

9.      Kalimat sebab yang tepat untuk penggalan teks tersebut adalah .....

A.    Dengan demikian, menteri kesehatan perlu memberi bantuan perekonomian

B.     Masih ada penderita Tb yang telah disiplin minum obat setiap hari

C.     Banyak penderita yang tidak menyelesaikan masa penyembuhan

D.    Pengobatan berhenti di tengah jalan akan membuat penyakit lebih parah

E.     Para penderita Tb akan menyebarkan penyakit ke 10–15 orang

 

10.  Perhatikan langkah-langkah berikut !

(1)   Menetapkan tema atau topik permasalahan yang hendak dibahas.

(2)   Merumuskan tujuan penulisan paragraf.

(3)   Menyatukan data. Data tersebut bisa dalam bentuk bukti, fakta, atau pernyataan/pendapat yang mendukung.

Langkah-langkah di atas merupakan langkah-langkah dalam membuat paragraf .....

A.    Deskripsi

B.     Narasi

C.     Eksposisi

D.    Persuasi

E.     Argumentasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KUNCI JAWABAN

 

Paragraf di bawah ini untuk soal nomor 1 dan 2

Ketika aku kecil, tubuhku sangat gemuk. Untuk duduk atau mengenakan sepatu aku harus dibantu ayah atau ibuku. Bukan karena aku manja, tetapi karena memang aku sulit untuk menekuk tubuhku lantaran terganjal perutku yang buncit. Dokter keluargaku menyarankan agar aku mencoba berolahraga dengan jenis olahraga yang paling aku sukai. Sudah kucoba berbagai jenis olahraga, mulai renang dan fitnes di tempat fitnes atau di rumah, namun semuanya tidak bertahan lama. Akhirnya, aku menemukan olahraga yang amat sangat aku sukai, yaitu bermain sepatu roda. Sungguh, sehari saja aku tidak menyentuh sepatu roda, rasanya kakiku gatal.

 

1.      Paragraf tersebut dikembangkan dengan pola pengembangan ….

A.  Narasi

B.  Deskripsi

C.  Eksposisi

D.  Persuasi

E.   Argumentasi

 

Pembahasan : Teks tersebut menjelaskan urutan peristiwa tokoh “Aku” semasa kecilnya yang bertubuh gemuk, sehingga teks tersebut termasuk jenis teks narasi. Jawaban (A)

 

2.      Paragraf tersebut bertujuan untuk ….

A.  Menjelaskan sesuatu

B.  Meyakinkan pembaca

C.  Menggambarkan sesuatu

D.  Menceritakan sesuatu

E.   Memengaruhi orang

 

Pembahasan : Teks narasi memiliki tujuan untuk menceritakan suatu hal. Jawaban (D)

 

Perhatikan penggalan teks berikut !

Meutia Hatta, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden mengungkapkan bahwa kurikulum 2013 ini bertujuan untuk membentuk karakter generasi berkualitas, cinta tanah air dan bangsanya. Selain itu kurikulum 2013 juga menitikberatkan peran aktif siswa dalam proses belajar mengajar, sehingga generasi mendatang tetap mempunyai jati diri Bangsa Indonesia dan berkualitas.

3.      Sturktur teks eksposisi pada penggalan teks di atas adalah ...

A.  Tesis

B.  Pernyataan pendapat

C.  Argumentasi

D.  Identifikasi

E.   Penegasan ulang pendapat

 

Pembahasan : Dalam penggalan teks tersebut terdapat pendapat dari Meutia Hatta selaku Anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Bagian teks yang memuat pendapat seseorang dinamakan argumentasi. Jawaban (C)

 

Perhatikan penggalan teks berikut !

Sudah waktunya orang-orang yang bertempat tinggal di desa merupakan cara berfikir mereka. Setidaknya ada orang yang bisa merubah cara berfikir mereka tentang anak yang baru lulus dari sd harus menikah. Selain orang-orang yang bisa merubah mreka, setidaknya mereka juga berfikir sendiri bahwa anaknya harus setinggi mungkin untuk sekolah supaya bisa mencapai cita-cita yang ingin diraihnya. Dari cara berfikir mereka yang seperti itu mereka akan sedikit mengurangi jumlah penduduk Indonesia yang semakin lama semakin bertambah.

4.      Teks di atas merupakan jenis karangan ….

A.  Persuasi

B.   Argumentasi

C.   Eksposisi

D.  Deskripsi

E.   Narasi

 

Pembahasan : Teks di atas menjelaskan tentang penulis yang berpendapat terhadap cara pikir orang desa yang yang diubah. Paragraf yang seperti itu termasuk paragraf argumentasi. Jawaban (B)

 

5.      Cermati kalimat-kalimat berikut !

(1)   Pemberlakuan denda maksimal untuk sementara ini berlaku sama antara kendaraan roda dua dan roda empat, yakni lima ratus ribu rupiah.

(2)   Walaupun dengan sistem denda ini jumlah pelanggar menurun, tetapi polisi tetap menata peminggiran separator jalur khusus tersebut.

(3)   Jumlah pelanggar jalur Transjakarta akhir-akhir ini cenderung menurun.

(4)   Pasalnya polisi menerapkan denda berat bagi kendaraan yang menerobos jalur Transjakarta.

Urutan yang tepat untuk menjadi paragraf eksposisi yang padu adalah ....

A.    (1), (3), (4), (2)

B.     (1), (2), (4), (3)

C.     (3), (1), (4), (2)

D.    (3), (4), (1), (2)

E.     (4), (1), (3), (2)

 

Pembahasan : Teks di atas berjenis eksposisi. Struktur teks eksposisi terdiri pernyataan pendapat/tesis, diikuti argumentasi, dan penegasan ulang pendapat. Pernyataan pendapat pada teks tersebut ada pada kalimat (3) Jumlah pelanggar jalur Trans-Jakarta akhir-akhir ini cenderung menurun. Urutan argumen untuk mendukung tesis pada kalimat (3) adalah kalimat (4), (1), dan (2). Dengan demikian urutan yang tepat adalah (3), (4), (1), (2). Jawaban (D)

 

 

 

Perhatikan penggalan teks berikut !

Sebaiknya pemerintah melakukan penghematan. Selama ini, pemerintah boros dengan cara tiap tahun membeli ribuan mobil dinas baru serta membangun kantor-kantor baru dan guest house. Pemerintah juga selalu menambah jumlah PNS tanpa melakukan perampingan, membeli alat tulis kantor (ATK) secara berlebihan, dan sebagainya. Padahal, dana yang dimiliki tidak cukup untuk itu.

6.      Jenis paragraf berdasarkan penggalan teks di atas adalah ....

A.  Deskripsi

B.  Narasi

C.  Persuasi

D.  Argumentasi

E.   Eksposisi

 

Pembahasan : Paragraf di atas termasuk paragraf persuasi, karena paragraf tersebut bersifat memengaruhi, yang berisi pemerintah dihimbau tidak banyak membeli mobil dinas, menambah jumlah PNS, dan membeli alat tulis yang berlebihan. Jawaban (C).

 

7.      Cermati ciri-ciri paragraf berikut !

(1)  Berisi bacaan yang melukiskan atau menggambarkan objek tertentu.

(2)  Disertai bukti-bukti yang mendasari argumen.

(3)  Bertujuan menjelaskan atau memaparkan

(4)  Memberikan asumsi kepada pembaca.

(5)  Tidak bersifat mempengaruhi pembaca.

Ciri-ciri paragraf eksposisi ditunjukkan oleh nomor ....

A.    (1) dan (5)

B.     (3) dan (4)

C.    (3) dan (5)

D.    (2), (3), dan (4)

E.     (3), (4), dan (5)

 

Pembahasan : Identifikasi ciri-ciri paragraf tiap nomor terlebih dahulu.

Nomor (1) merupakan ciri-ciri paragraf deskriptif.

Nomor (2) merupakan ciri-ciri paragraf argumentasi.

Nomor (3) merupakan ciri-ciri paragraf eksposisi.

Nomor (4) merupakan ciri-ciri paragraf argumentasi.

Nomor (5) merupakan ciri-ciri paragraf eksposisi.

Sehingga, ciri-ciri paragraf eksposisi ditunjukkan oleh nomor (3) dan (5). Jawaban (C).

 

Perhatikan penggalan teks berikut !

Pemerintah Kabupaten Probolinggo menawarkan paket wisata erupsi Gunung Bromo. Penawaran ini diciptakan demi meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung, sekaligus memberikan jaminan bahwa gunung setinggi 2329 m dari permukaan laut tersebut aman dikunjungi meski berstatus siaga. Nantinya, wisatawan bisa menikmati pemandangan eksotis Gunung Bromo dari kejauhan. Penawaran paket wisara ini juga termasuk kegiatan menikmati hasil panen dan keeksotisan matahari terbit.

8.      Teks di atas mendeskripsikan tentang …

A.  Keindahan Gunung Bromo

B.  Kebaikan hati Pemerintah Kabupaten Probolinggo

C.  Penawaran paket wisata erupsi Gunung Bromo

D.  Pemandangan eksotis Gunung Bromo

E.   Banyaknya jumlah wisatawan di Gunung Bromo

 

Pembahasan : Teks di atas tergolong ke dalam jenis deskripsi. Dari paragraf pertama dapat disimpulkan bahwa teks tersebut mendeskripsikan tentang penawaran paket wisata erupsi Gunung Bromo yang ditawarkan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk para wisatawan. Jawaban (C).

 

Cermati penggalan teks berikut !

Gubernur memerintahkan semua lurah dan dokter puskesmas turun langsung ke masyarakat guna memaksa para penderita tuberkulosis (Tb) untuk menyelesaikan proses penyembuhan. Hal itu dilakukan karena jumlah penderita Tb masih sangat tinggi. Dalam catatan, sepanjang 2015, ada 10.844 kasus Tb.

 

 

9.      Kalimat sebab yang tepat untuk penggalan teks tersebut adalah .....

A.    Dengan demikian, menteri kesehatan perlu memberi bantuan perekonomian

B.     Masih ada penderita Tb yang telah disiplin minum obat setiap hari

C.     Banyak penderita yang tidak menyelesaikan masa penyembuhan

D.    Pengobatan berhenti di tengah jalan akan membuat penyakit lebih parah

E.     Para penderita Tb akan menyebarkan penyakit ke 10–15 orang

 

Pembahasan : Teks argumentasi adalah teks yang mengemukakan pendapat disertai alasan yang kuat. Teks di atas berisi perintah gubernur (pendapat) agar penderita tuberculosis (Tb) menyelesaikan proses penyembuhan. Teks tersebut belum mencantumkan sebab (alasan) mengapa penderita Tb harus menyelesaikan proses penyembuhan. Untuk melengkapi paragraf argumentasi, harus memahami isi paragraf dan menemukan hubungan yang erat antara pendapat serta alasan pendukung atau kalimat sebab dan akibat dalam paragraf. Kalimat sebab (alasan) yang tepat untuk melengkapi teks paragraf yang berisi pendapat agar penderita tuberculosis (Tb) menyelesaikan proses penyembuhan adalah karena pengobatan berhenti di tengah jalan akan membuat penyakit lebih parah. Jawaban (D).

 

10. Perhatikan langkah-langkah berikut !

(1)  Menetapkan tema atau topik permasalahan yang hendak dibahas.

(2)  Merumuskan tujuan penulisan paragraf.

(3)  Menyatukan data. Data tersebut bisa dalam bentuk bukti, fakta, atau pernyataan/pendapat yang mendukung.

Langkah-langkah di atas merupakan langkah-langkah dalam membuat paragraf .....

A.  Deskripsi

B.  Narasi

C.  Eksposisi

D.  Persuasi

E.  Argumentasi

 

Pembahasan : Langkah-langkah dalam membuat teks argumentasi antara lain :

a.       Menetapkan tema atau topik permasalahan yang hendak dibahas.

b.      Merumuskan tujuan penulisan paragraf.

c.       Menyatukan data atau bahan. Data tersebut bisa dalam bentuk bukti, fakta, atau pernyataan yang mendukung.

d.      Membuat kerangka paragraf.

e.       Melakukan pengembangan kerangka yang sudah dibuat sehingga menjadi paragraf argumentasi yang baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Puisi Karya Amir Hamzah Berjudul "Padamu Jua"

Analisis Iklan Air Mineral "Aqua" Pada Televisi

Analisis Puisi Berjudul "Serenada Hijau" Karya W.S Rendra