Contoh Teks Eksposisi Karya Fahryan Andria Putra
Di
balik Keunikan Bentuk Daun Pepaya
Daun pepaya adalah
daun yang berasal dari tumbuhan pepaya (Carica papaya). Daun pepaya muda kerap diolah
menjadi sayuran di beberapa daerah di Indonesia. Di samping
dapat diolah menjadi makanan, daun pepaya dapat pula dijadikan obat untuk
beberapa jenis penyakit. Helaian daun papaya mirip dengan daun
ganja yang menyerupai tangan manusia. Tidak salah, jika banyak orang yang menganggap
daun pepaya sebagai daun ganja
karena bentuknya yang
sangat menyerupai daun ganja. Apabila daun pepaya dilipat tepat di tengah, akan
tampak bahwa daun pepaya berbentuk simetris.
Pemanfaatan
daun pepaya sangat kurang. Padahal Indonesia memiliki pohon serta daun pepaya
yang melimpah. Kebanyakan daun pepaya dijadikan olahan makanan oleh sebagian
masyarakat desa, tetapi di kota sangat jarang. Selain itu, pemanfaatan daun
pepaya di desa biasanya dijadikan lauk pauk, bahkan bisa dimanfaatkan menjadi
keripik yang enak jika diolah dengan baik dan benar. Keripik daun pepaya diolah
dengan diberi tepung dan digoreng garing sehingga mendapatkan rasa yang khas.
Tak heran banyak orang yang menyukai kripik daun pepaya.
Dibalik
pahitnya, daun
pepaya memiliki kandungan gizi yang
cukup beragam diantaranya vitamin A 18250 SI, vitamin B1 0,15 miligram per 100 gram, vitamin C 140 miligram per 100 gram daun pepaya, kalori 79 kal per 100 gram, protein 8,0 gram per 100 gram, lemak 2,0 gram per 100 gram, hidrat arang/karbohidrat 11,9 gram per 100 gram, kalsium 353 miligram per 100 gram, dan air 75,4 gram per 100
gram. Daun pepaya juga mengandung carposide yang berfungsi sebagai obat
cacing. Daun pepaya mengandung zat
papain yang
tinggi sehingga menjadikan rasanya pahit. Namun, zat ini justru bersifat
stomakik yang apat meningkatkan nafsu makan.
Selanjutnya,
daun pepaya mengandung alkaloid, karpain, enzim papain, vitamin C dan vitamin E
(Anindhita dan Oktaviani, 2016). Daun pepaya juga mengandung senyawa lain
seperti saponin, flavonoid, dan tanin (Krishna dkk., 2008). Senyawa tersebut
merupakan senyawa hasil metabolit sekunder yang banyak dihasilkan oleh tanaman.
Senyawa flavonoid berperan sebagai antibiotik dengan mengganggu mikroorganisme
seperti fungsi. Senyawa alkaloid berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri gram
positif dan gram negatif. Saponin berperan dalam proses pencernaan dengan cara
meningkatkan permeabilitas dinding sel pada usus dan meningkatkan penyerapan
zat makanan.
Manfaat
daun pepaya adalah sebagai obat demam berdarah, menurunkan gula darah,
melancarkan pencernaan, pereda nyeri haid, menjaga fungsi liver, dan masih
banyak lagi. Tak jarang banyak orang yang mencari daun pepaya karena memiliki
berbagai kegunaan dan beribu-ribu manfaat.
Selain
itu, daun
pepaya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan bawal yang sedang dalam tahap pembesara. Daun yang masih
segar sebaiknya dilayukan terlebih dahulu sebelum diumpankan pada ikan untuk
mengurangi kandungan air di dalamnya. Bahan aktif papain dalam daun pepaya
dapat digunakan untuk membuat pestisida nabati, caranya 1kg daun pepaya dirajang
lalu direndam dalam 10 liter air yang dicampur dengan 2 sendok makan minyak tanah, dan 50 gram detergen selama semalam. Setelah semua bahan
didiamkan selama 1 malam, pestisida nabati siap disemprotkan pada area
pertanaman yang diserang ulat dan hama penghisap.
Berdasarkan
pemaparan di atas, sudah jelas bahwa banyak sekali manfaat daun pepaya bagi
tubuh. Meskipun rasanya yang pahit dan banyak orang tidak menyukainya, tetapi
daun pepaya memiliki berbagai zat yang sangat berguna bagi tubuh manusia. Namun,
sayangnya pengolahan daun pepaya ini masih minim dilakukan karena minimnya
pengetahuan masyarakat terhadap manfaat dan zat-zat yang terkandung di dalamnya.
Oleh sebab itu, pemerintah harus memberi pengarahan dan pengetahuan yang luas
agar masyarakat lebih mengetahui tentang berbagai manfaat dari daun pepaya ini.
Komentar
Posting Komentar