Cerpen Dalam Lagu Tiara Andini Berjudul Terlanjur Mencinta Karya Fahryan Andria Putra
CERPEN LAGU TIARA ANDINI-TERLANJUR MENCINTA
Karya Fahryan Andria Putra
Apakah
ini yang dinamakan cinta, tapi kenapa aku tak bisa berani mengungkapkannya
dihadapanmu rasanya aku ingin terbang saat ada di dekatmu bagaimana mungkin aku
berani mengungkapkan perasaan ini di hadapan orang yang tak mungkin bisa
menerima perasaan ini. Hal terbodoh bila aku nekat untuk melakukannya tapi aku
paling tidak bisa menyimpan perasaan ini lama-lama yang tak mampu untukku
pendam sendiri. Mungkin mencintai seseorang itu adalah hal terindah dalam hidup
kita. Apakah cinta harus dibalas atau tidak sama sekali. Sekarang kita akan
membuktikannya lewat cerita yang satu ini.
Cerita
ini dimulai ketika aku sudah naik kelas 2 di SMA Favorite di kota ku. Saat itu
kami sedang melaksanakan MOS (Masa Orientasi Siswa) untuk siswa-siswi didik
baru di sekolah kami. Aku sebelumnya tak mengenal adik-adik kelasku mereka
mengengenalkan diri sendiri kepadaku dan aku hanya menyapanya dengan
biasa-biasa saja. Mataku langsung tertuju kepada sosok gadis yang mulai
menyendiri dan tidak memperkenalkan diri dia ke kakak kelas lainnya. Orang itu
berparas cantik, dan manis. Tetapi orang itu tidak memiliki teman di sekolah
waktu itu. Lantas aku langsung menemuinya dan bertanya,
“Hay, sedang apa kamu sendirian disini,
kenapa kamu gak ikut bersama teman-temanmu berkenalan dengan senior kamu?”
tanyaku.
Dia menjawab “maaf kak, tetapi saya tidak
punya teman dan takut kalau teman teman saya tidak memerdulikan saya.”
“Tetapi, kenapa kamu sendirian saja?
Tanyaku heran pada anak itu.
“Aku memang lebih suka menyendiri kak. Bay
The Way, nama kakak siapa, kitakan belum berkenalan?” tanyanya agak sedikit
malu.
“Kenal kan nama kakak Roni . Kamu sendiri
siapa?” tanyaku agak sedikit canggung.
“ Namaku Fany. Kak aku ke kelas dulu ya
mau beresin barang-barang buat MOS. Sampai ketemu kak?” berjalan keluar dan
tersenyum.
Sejak
saat itu, aku dengan dia sangat dekat dan sering kali tanpa sengaja mata kita
saling bertatapan dan tidak lupa memberikan senyuman satu sama lain. Hingga
akhirnya aku mulai menyukai cewek yang belum lama aku kenal tapi sudah meluluhkan
hatiku dan yang paling aku suka dari dia adalah senyumanya yang membuat
jantungku berdekup kencang dan membuatku menjadi salah tingkah saat berada di
dekatnya. Akupun memberanikan diri meminta nomor handphone kepadanya. Untunglah
dia mau memberikannya padakudan dia juga memberikan senyuman saat dia memberika
nomor ponselnya seolah-olah dia juga mengharapkannya.
Aku
terbangun saat ponselku berbunyi ternyata ada yang mengirim pesan padahal jam
menunjukan pukul 22.00. Aku kanget saat melihat layar ponselku yang tertulis
Fany . Lalu aku segera bangun dan secepat kilat membuka pesan di ponselku dan
tertulis
“Kakak sudah tidur ya, aku gak bisa tidur
kak, gak tau kenapa bayangan kakak selalu ada difikiranku.”
Akupun membalas pesan itu “Hah! Yang bener
kamu lagi mikirin kakak, sebenarnya kakak tadi udah tidur, tapi gara-gara ada
sms dan itu dari kamu aku jadi terbangun deh. Apa perlu kakak
temenin?” penuh dengan penasaran.
“Maaf ya kak aku gak bermaksud buat
bangunin kakak, gak usah kak besok malah kesiangan kalo cuma mau nemenin
aku”.
Akupun mencari alasan agar aku bisa smsan
dengan Fany.
“Enggak akan kesiangan, kan kaka tadi udah
tidur, kamu tenang aja”. Sambil tersenyum senang saat membalas sms. “Kakak
aku sebenarnya suka sama kakak, kakak itu baik, perhatian, lucu lagi. Aku
membaca pesan itu rasanya jantung ini tidak mau berhenti berdetak. “Apa! Suka
sama kaka, kamu gak bercandakan?”. Kaget tapi deg-degan.
“Iya, aku suka sama kakak sebagai kakak
kelas aku sendiri.”
Hancur sudah perasaanku saat itu, karena
dia cuma menganggap aku hanya sebatas suka sebagai kakak kelas.
Tanpa
sepengetahuan Roni, sebenarnya Fany sudah mencintai cowok lain dan cowok itupun
juga menyukai Fany. Cowok itu adalah teman sekelasnya bernama Akbar. Mereka sangat
akrab dan sering sekali Akbar mengajak jalan Fany. Saat itu, aku mengikuti
Akbar dan Fany pergi ke kantin berdua dan Akbar pun memesankan makanan untuk
Fany. Mereka berdua terlihat sangat mesra dan bahagia.
Seandainya,
aku jujur sama Fany kalo aku sudah lama menyukainya pasti gak akan merasakan
sakit hati yang sangat menyiksaku ini. Tapi, sudah terlambat karena mereka
diam-diam sudah jadian kemarin. Aku tidak mampu menahan rasa sakit ini, aku
sekarang hanya bisa Meratapi penyesalanku yang tidak mau berterus terang
tentang perasaanku pada Fany dan hanya menjadi cinta bertepuk sebelah tangan
yang sampai kapanpun cinta itu tidak akan pernah bisa aku miliki. Tapi sampai
kapanpun cintaku tidak akan pernah hilang dan aku akan selalu menunggunya sampai
Fany bisa mencintaiku sebagai seseorang yang istimewa dalam hidupmu bukan
sebagai kakak kelas.
Komentar
Posting Komentar