Artikel Kebahasaan Karya Fahryan Andria Putra
BAHASA
SEBAGAI SARANA PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DALAM AKTIVITAS MANUSIA
Fahryan Andria Putra
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia
Universitas Negeri Yogyakarta
Jalan Colombo Yogyakarta nomor 1, Karang
Malang, Caturtunggal, Yogyakarta
e-mail: fahryanandria.2020@student.uny.ac.id
Abstrak
Manusia merupakan makhluk sosial yang
membutuhkan interaksi dengan sesamanya. Maka dari itu, diperlukan adanya bahasa
dalam kehidupan manusia. Bahasa merupakan suatu alat yang berfungsi untuk
melakukan komunikasi. Bahasa melipusi
kata, kalimat, dan klausa yang dipaparkan secara lisan maupun tulisan. Dengan
bahasa lah manusia dapat mengenal budaya, dapat melalukan berbagai aktivitas,
bahkan menerima ilmu pengetahuan dalam bentuk bahasa. Selain itu, ilmu
pengetahuan merupakan suatu usaha untuk menyelidiki, menemukan, dan
meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai kenyataan dalam kehidupan manusia.
Dengan kata lain, ilmu pengetahuan adalah ilmu yang berguna untuk meningkatkan
pengetahuan tentang segala sesuatu didunia ini.
Kata:
Bahasa, manusia, ilmu pengetahuan
Abstrack
Humans
are social creatures who need interaction with each other. Therefore, language
is needed in human life. Language is a tool that functions to communicate.
Language includes words, sentences, and clauses that are presented orally and
in writing. With language, humans can get to know culture, can carry out
various activities, and even receive knowledge in the form of language. In
addition, science is an attempt to investigate, discover, and improve human
understanding of various realities in human life. In other words, science is
knowledge that is useful for increasing knowledge about everything in this
world.
Keyword: Language, human, science
Pendahuluan
Manusia dan bahasa adalah satu
kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Manusia memerlukan bahasa untuk
berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya. Kemampuan berbahasa merupakan
ciri khusus manusia. Manusia dapat berkomunikasi dengan baik melalui bahasa,
oleh sebab itulah bahasa merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia.
Terlebih lagi bahasa digunakan manusia dalam ilmu pengetahuan. Tanpa bahasa,
ilmu pengetahuan tidak dapat tersampaikan dengan baik dan dengan bahasa
pengetahuan dapat disalurkan kepada banyak orang.
Bahasa yang digunakan merupakan bukti
gerak keilmuan manusia. Seseorang tidak akan mencapai puncak perkembangan
mereka sebagai makhluk objektif yang dapat diisolasi dari kemampuan bahasa
mereka. Sehingga orang dapat berbicara sesuai dengan tingkat informasi dan
kapasitasnya masing-masing. Bahasa juga penting bagi kebenaran ilmu itu
sendiri, yang dalam kadarnya juga mengandung terjemahan dari jiwa manusia itu
sendiri. Bersamaan dengan itu, bahasa akan memunculkan suatu implisit yang
baru-baru ini ditangani oleh jiwa yang kemudian melalui kepentingan itu
lahirlah suatu gagasan yang dapat dijadikan acuan mendasar dalam melakukan
suatu.
Dari gambaran di atas, dapat
disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan tanpa adanya bahasa tidak dapat berkembang
dan tercipta hingga saat ini. Bahasa juga memiliki fungsi-fungsi ganda,
khususnya sebagai akar dan unsur sosial yang juga berfungsi untuk penalaran dan
metode untuk menciptakan ilmu pengetahuan dan inovasi. Tanpa adanya fungsi
bahasa seperti itu, sains/ilmu pengetahuan tidak bisa berkembang seperti yang
diharapkan.
Metode
penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan
sosiolinguistik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode
penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi
alamiah dan bersifat penemuan. Oleh karena itu, peneliti harus memiliki bekal
teori dan wawasan yang luas sehingga peneliti dapat mudah bertanya,
menganalisis, dan mengkonstruksi objek yang akan diteliti menjadi lebih jelas.
Hasil
dan Pembahasan
1.
Bahasa
Plato melalui Kaelan (1998, 159) berpendapat
bahwa pengertian bahasa yaitu pernyataan yang ada pada pikiran seseorang dengan
memakai perantaraan rhemata (ucapan) serta onomata (nama benda atau sesuatu)
yang merupakan cerminan ide seseorang dalam arus udara melalui media yaitu
mulut.
Suwandi (2008, 97) menyatakan bahwa bahasa
adalah alat yang digunakan oleh orang-orang untuk berhubungan dengan orang lain.
Bahasa memegang peranan penting, dengan bahasa orang dapat terhubung dengan
keadaan mereka saat ini. Saddhono (2018, 442) juga menyatakan bahwa bahasa juga
digunakan manusia untuk berkoordinasi dalam menangani atau menyelesaikan
persoalan yang dihadapinya. seseorang dalam mengelola masalah saling membutuhkan
satu sama lain sehingga kolaborasi dapat tercipta dalam mengelola masalah. Dan
yang membantu menjalin kolaborasi adalah bahasa.
Bahasa dalam ilmu pengetahuan
berhubungan melalui komunikasi antara guru dengan muridnya untuk mengetahui
antara satu dengan yang lainnya. Bukan hanya untuk mengetahui sesuatu,
melainkan agar dapat memecahkan masalah dan dapat menyelesaikan masalah yang
mereka hadapi. Dengan kata lain, bahasa mengembangkan ilmu pengetahuan dengan
cara memanipulasi ilmu, menganalisis, memahami, menilai, menalar, dan
membayangkan. Selama melakukan aktivitas berpikir, bahasa berperan sebagai
simbol-simbol yang dibutuhkan untuk memikirkan hal-hal yang abstrak dan tidak
diperoleh melalui penginderaan.
Penjelasan diatas menunjukan bahwa
bahasa memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan khususnya di
lingkungan pendidikan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Baik guru maupun
siswa dalam berinteraksi di lingkungan pembelajaran tentu menggunakan bahasa
yang baik dan benar. Guru dan siswa menyadari tanpa adanya bahasa tentu tidak
dapat melakukan aktivitas pembelajaran sesuai dengan harapan dan tujuan pembelajaran
yang sesuai dengan yang diinginkan. Proses belajar mengajar dapat dikatakan
lancar apabila terdapat interaksi yang baik antara guru dan siswa yang
menjadikan siswa menjadi aktif dan mampu menguasai pembelajaran. Bahasa menjadi
penghubung antara guru dan siswa. Guru dalam menyampaikan pembelajaran
menggunakan bahasa, sehingga guru harus lebih menguasai bahasa yang dikuasai
oleh peserta didiknya.
2.
Ilmu
Pengetahuan
Secara etimologi ilmu berasal dari
kata ilm (Arab), Science (Inggris) atau Scientia (Latin) yang mengandung kata
kerja scire yang berarti mengetahui atau mengetahui. Dalam referensi Kamus
Besar Bahasa Indonesia, sains dicirikan sebagai informasi tentang suatu bidang
yang diatur secara efisien sesuai dengan teknik tertentu, yang dapat digunakan
untuk kekhasan tertentu di bidang itu (informasi). Dengan demikian, sains
adalah pekerjaan sadar untuk meneliti, menemukan, dan bekerja pada pemahaman
manusia tentang berbagai bagian realitas di dunia manusia. Perspektif ini
dibatasi untuk membuat detail yang lebih jelas. Sains memberikan keyakinan
dengan membatasi luasnya pandangan, dan kepastian sains diperoleh dari
keterbatasannya.
Definisi Ilmu menurut The Liang Gie
melalui Bakhiar (2014, 12) adalah rangkaian aktivitas manusia yang rasional dan
kognitif dengan metode berupa aneka prosedur dan tata langkah sehingga
menghasilkan kumpulan pengetahuan yang sistematis mengenai gejala-gejala
kealaman, kemasyarakatan, atau perseorangan untuk tujuan mencapai kebenaran,
memperoleh pemahaman, memberikan penjelasan ataupun melakukan penerapan.
Ilmu
bukan hanya pengetahuan saja, namun merangkum berbagai informasi yang
bergantung pada spekulasi yang disepakati dan dapat dicoba dengan sengaja
dengan sekelompok teknik yang dirasakan dalam bidang sains tertentu. pengetahuan
mencakup semua yang dilihat, didengar, dikecap, dicium, diraba, dan hadir dalam
kesadaran kita. Informasi tersebut biasanya tidak dibatasi, abstrak atau
naluriah. Sedangkan sains (informasi logis) adalah informasi tentang bidang
tertentu yang telah disusun secara metodis, sistematis, dan koheren. Secara
keseluruhan, ada perbedaan penting antara ilmu dan pengetahuan.
3.
Bahasa
dalam ilmu pengetahuan
Peran bahasa dalam ilmu berhubungan
erat dengan aspek fungsional bahasa sebagai media berpikir dan media komunikasi.
Maka dari itu, pembahasan tentang permasalahan ini akan disoroti dalam dua
bagian yaitu: peran bahasa sebagai media berpikir dan peran bahasa sebagai
media komunikasi
a.
Peran
Bahasa Sebagai Media Berpikir
Berpikir merupakan aktivitas mental
yang tersembunyi, yang bisa disadari hanya oleh orang yang melakukan aktivitas
itu. Dari kemampuan berpikir itu, manusia dapat membahas peristiwa-peristiwa
yang tidak ada atau sedang berada dan baru terjadi disekitarnya. Kemampuan berpikir
ini juga dapat digunakan untuk memecahkan suatu masalah. Melalui kegiatan
berpikir, manusia dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dengan cara menghimpun
dan memanipulasi ilmu dan pengetahuan melalui aktivitas mengingat,
menganalisis, memahami, menilai, menalar, dan membayangkan. Dalam melakukan
aktivitas berpikir itu, bahasa berperan sebagai simbol-simbol (representasi
mental) yang dibutuhkan untuk memikirkan suatu hal yang abstrak dan tidak
diperoleh melalui penginderaan. Seperti misalnya setiap kali seseorang
memikirkan seekor jerapah, dia tidak perlu menghadirkan jerapah dihadapannya.
Kaelan (1998, 340) menyatakan bahwa berkaitan
dengan proses berpikir, maka bahasa tidak hanya dapat dipandang sebagai medium
saja. Bahasa bukan hanya sekedar representasi kenyataan, tetapi bahasa juga
merupakan suatu “pikiran”, sebab tidak ada cara lain untuk berpikir tentang
kenyataan itu selain melalui bahasa
b.
Peran
Bahasa Sebagai Media Komunikasi
Komunikasi merupakan salah satu
jantung pengembangan ilmu. Komunikasi sendiri mempunyai arti yaitu proses
penyampaian makna dari satu entitas atau kelompok ke kelompok lainnya melalui
penggunaan tanda, simbol, dan aturan semiotika yang dipahami bersama. Setiap
ilmu dapat berkembang jika temuan-temuan dalam ilmu itu dipublikasikan melalui tindakan
berkomunikasi. Temuan-temuan itu kemudian didiskusikan, diteliti ulang, dan dikembangkan,
diterapkan atau diperbaharui oleh ilmuwan-ilmuwan lainnya. Hasil dari diskusi,
sintetis, penelitian ulang, penerapan, dan pengembangan itu kemudian
dipublikasikan lagi untuk ditindaklanjuti oleh ilmuwan-ilmuwan lain. Selama
masih proses penelitian, perumusan, dan publikasi tersebut, bahasa memainkan
peransentral, karena segala aktivitas tersebut menggunakan bahasa sebagai
media.
Menurut Chaer (2003, 33), fungsi
bahasa sebagai alat komunikasi manusia mencakup lima fungsi dasar, yaitu fungsi
ekspresi, fungsi informasi, fungsi eksplorasi, fungsi persuasi dan fungsi
entertainmen. Fungsi ekspresi yaitu mewadahi konsep bahwa bahasa merupakan
media manusia untuk melahirkan ungkapan-ungkapan batin yang ingin disampaikan
penutur kepada orang lain. Fungsi informasi yaitu fungsi untuk menyampaikan
pesan atau amanat kepada orang lain. Fungsi eksplorasi yaitu penggunaan bahasa
untuk menjelaskan suatu hal, perkara dan keadaan. Fungsi persuasi yaitu
penggunaan bahasa yang bersifat mengajak atau mempengaruhi. Sedangkan fungsi
entertainmen bahasa yaitu penggunaan bahasa untuk menghibur, menyenangkan dan
memuaskan batin. Kelima fungsi ini sangat mendukung proses pengembangan ilmu
pengetahuan, terutama fungsi informasi dan fungsi eksplorasi.
Kesimpulan
Bahasa memainkan peran penting bagi
ilmu pengetahuan karena bahasa adalah sesuatu yang kita gunakan sehari-hari. Bahasa
merupakan wahana berpikir manusia, melalui latihan-latihan, manusia bisa
mendapatkan dan memiliki pilihan untuk menciptakan dan menyempurnakan ilmu
pengetahuan. Bahasa juga menjadi media yang sangat penting bagi proses
pengembangan ilmu pengetahuan karena dalam fungsinya sebagai alat komunikasi
dan eksplorasi. Manusia dapat menyampaikan gagasan dan pendapatnya melalui
bahasa. Gagasan yang disampaikan dan dipublikasikan dapat ditelaah dan
dikembangkan dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan.
Pada dasarnya manusia dapat berpikir
tanpa menggunakan bahasa, tetapi dengan ilmu pengetahuan menjadikan bahasa
memudahkan manusia dalam kemampuan belajar, mengingat, memecahkan masalah dan
menarik kesimpulan.
Daftar bacaan
Bakhtiar, A. (2014). Filsafat Ilmu, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Kharisma Diah Ayu Wulandari. 2021. Peranan Bahasa dalam Pengembangan Ilmu
Pengetahuan.
Kaelan. 1998. Filsafat
Bahasa, Semiotika, dan Hermeneutika. Yogyakarta: Paradigma.
Anis M. Y & Saddhono K. 2016. Strategi Penerjemahan Arab-Jawa Sebagai Sebuah Upaya Dalam Menjaga
Kearifan Bahsa Lokal (Indigenous Language): Studi Kasus Dalam Penerjemahan
Kitab Bidayatul-Hidayah Karya Imam Al-Ghazali. Akademi, Vol: 21, No. 01:37.
Chaer, A. 2003.
Psikolinguistik: Kajian Teoretik, Jakarta:Rineka Cipta.

Komentar
Posting Komentar