Analisis Video Simposium

ANALISIS VIDEO SIMPOSIUM

Dalam video tersebut belum memenuhi syarat sebagai simposium karena hanya ada 1 pembicara dan moderator dan belum ada penyanggah, pembicaranya yaitu kak Faruq Fikri. Seharusnya minimal ada 2 pembicara dan 1 moderator, yang pertama untuk pembicara utma yang kedua untuk penyanggah. Dimanapn isinya yaitu:

 

Tema: Senioritas VS Junioritas

Pembicara : Faruq Fikri

Moserator: Ada (Tetapi tidak disebutkan namanya)

Mengapa topik ini dibicarakan?

Karena topik yang dibicarakan oleh moderator dan kak Faruq ini sangat mendeskripsikan dan berkaitan dengan keadaan remaja pada saat ini. Hal ini juga dapat menjadi contoh dan dapat menjadi inspirasi kepada kita agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik serta kalaupun kita menjadi senior, itu tidak membuat kita semena mena dengan junior kita. 

Suasana Dalam Video:

Suasananya sangat tenang dan sangat rileks, karena bukan merupakan acara resmi.                     

Isi Topik:

            Menjadi senior itu ada yang menguntungkan ada yang tidak menguntungkan. Ada yang enak ada yang tidak enak. Ketika junior itu sudah menjadi istilah dari kosmopolitan, tentu senior tidak bisa melakukan apa apa. Pengertian kosmopolitan itu sendiri yaitu berpengetahuan luas dan berwawasan tinggi. Tentang bagaimana prosesnya junior dan senior, menurut kak fariq ini dimana para senior dan junior sama sama menempa ilmu di tempa tersebut.

            Banyak sekali fenomena antara relasi junior dan senior ini dimana seakan akan junior harus tunduk kepada apa yang ditanamkan pada senior tersebut. Menurut kak Faruq sendiri kita harus kembali lagi kepada junior tersebut, dimana kalau menurut dia baik, ya ambil yang baik itu, dan kalau buruk, kita buang yang buruk. Itu konteks dalam ranah pendidikan. Kata moderator, ketika senior tidak memberikan kebebasan dan tetap mengikuti prinsip “tunduk kepada pendapatnya”, itu namanya bukan senior. Ketika kita menjadi junior, kita seharusnya menghormati senior dengan cara meminta pendapat, meminta saran yang baik untuk kepedannya bagaimana, dan lain-lain, bukan sekedar curhat saja.

            Senior itu terkadang dia akan sama sama berkompetisi denga pamikiran masing masing, cuma akan jadi masalah jika senior itu mengkerdilkan pola pikir juniornya. Karena kadang, ia sama sama berkompetisi tentang hal pemikiran  untuk bagaimana saling mengasah diri, dan menempa dirinya begitu.

 

Kesimpulan:

Sebagai mahasiswa, terkadang kita menjadi junior dan akan menjadi senior dikemudian hari. Nah, untuk kita yang menjadi junior, jangan mau untuk tunduk kepada pendapat senior. Kita harus pintar pintar menyaring mana yang baik untuk kita ya kita ambil dan mana yang tidak baik untuk kita kemudian dibuang. Harusnya kekerabatan antara senior dan junior harus terlihat harmonis untuk mencapai cita cita kita bersama sebagai mahasiswa, jangan hanya menuntut agar junior harus tunduk kepada nilai nilai yang ditanam senior.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Puisi Karya Amir Hamzah Berjudul "Padamu Jua"

Analisis Iklan Air Mineral "Aqua" Pada Televisi

Analisis Puisi Berjudul "Serenada Hijau" Karya W.S Rendra