Analisis Video Simposium Penguatan Pendidikan Karakter

 

ANALISIS VIDEO SIMPOSIUM

TEMA: Penguatan Pendidikan Karakter

MODERATOR: Rismawati Suparman (mahasiswi aktif semester 1 prodi PBSI UNINUS)

PEMBICARA:

1.      Husznul Virbiansyah (Mahasiswa Aktif Semester 1 Prodi PBSI UNINUS)

2.      Fera Mawar (Mahasiswi Aktif Semester 1 Prodi PBSI UNINUS)

SUASANA DALAM VIDEO: Suasana ketika terjadinya pembicaraan dalam video forum simposium tersebut, berlangsung dengan kondusif dan penuh dengan nuansa positif tentang keilmuan pendidikan. Ada pula sesi tanya-jawab dalam video forum simposium tersebut.

ISI TOPIK:

Husznul Virbiansyah, membicarakan dan memaparkan tentang tinjauan umum mengenai penguatan pendidikan karakter, sebagaimana yang tercantum di dalam Perpres No. 87 Tahun 2017. Kemudian, dipaparkan pula olehnya tentang 3 latar belakang akan pentingnya pendidikan karakter, latar belakang yang pertama, yakni berlangsungnya revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan kemajuan bidang teknologi informasi di era revolusi digital. Latar belakang yang kedua, yakni perubahan peradaban masyarakat yang ditandai dengan berubahnya pula sendi- sendi dalam kehidupan, kebudayaan, peradaban, dan kemasyarakatan, termasuk pendidikan. Latar belakang yang ketiga, yakni semakin tegasnya fenomena abad kreatif yang menempatkan informasi, pengetahuan, kreativitas, inovasi, dan jejaring sebagai sumber daya strategis bagi individu, masyarakat, korporasi, dan negara. Jadi, ketiga hal tersebut telah memunculkan tatanan baru yang berbeda dengan era sebelumnya dan ketiga hal tersebut pula harus dipenuhi oleh pemangku tingkat pendidikan. Di sini lah sentra/pusat adaptasi dunia pendidikan bagi manusia sebagai kalangan intelektual dan berfokus dengan karakter yang religius, berevolusi mental, berintegritas, kearifan lokal, dan moralitas pula.

 

Fera Mawar, membicarakan dan memaparkan tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) secara lebih lanjut dalam bidang/satuan pendidikan, termasuk peserta didik. Ia juga menyampaikan bahwa fenomena terjadinya arus globalisasi merupakan salah satu penyebab kemerosotan pendidikan karakter dan melemahkan pendidikan karakter. Oleh karena itu, perlu adanya berbagai upaya implementasi terhadap penguatan pendidikan karakter. Hal tersebut berdasarkan keterangan dari lembaga Kementrerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sudah membuat ketetapan dan muatan terkait dengan garis kebijakan implementasi pendidikan karakter di satuan pendidikan. Yang pertama, yakni PPK berbasis kelas (integrasi nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran, pengelolaan kelas, evaluasi pembelajaran, dan pengembangan kurikulum muatan lokal sesuai dengan karakteristik daerah). Yang kedua, PPK berbasis sekolah (keteladanan, membangun norma, peraturan, dan daya saing sebagai ciri khas sekolah, serta kegiatan literasi, mapun ekstrakurikuler). Yang ketiga, PPK berbasis masyarakat (penguatan peranan orang tua, komite sekolah, alumni/alumnus, tokoh masyarakat, dan lingkungan masyarakat, serta masyarakat itu sendiri). Pada hakikatnya penguatan pendidikan karakter itu perlu dukungan dari pihak penyelenggara pendidikan itu sendiri dan pendidikan merupakan tanggung jawab secara kolektif oleh seluruh Warga Negara Indonesia. Dan kesemua itu, perlu diidealkan dengan implementasi pada semua jenjang pendidikan di Indonesia.

 

KESIMPULAN:

Penguatan pendidikan karakter adalah sebuah upaya untuk menumbuhkan dan membekali generasi penerus agar memiliki karakter-karakter yang sesuai dengan nilai-nilai moral, berbangsa, dan bernegara, serta etika dan budaya. Dengan cara mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter di sekolah ataupun di satuan pendidikan.”

 

LINK VIDEO SIMPOSIUM:

https://www.youtube.com/watch?v=BxA8aArMo9g

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Puisi Karya Amir Hamzah Berjudul "Padamu Jua"

Analisis Iklan Air Mineral "Aqua" Pada Televisi

Analisis Puisi Berjudul "Serenada Hijau" Karya W.S Rendra