Analisis Film “Sebelum Pagi Terulang Kembali”
“Sebelum Pagi Terulang
Kembali”
Fahryan Andria Putra
1. Sinopsis Film:
Film ini menceritakan kehidupan sepasang suami istri
bernama Yan dan Ratna. Yan adalah pegawai di Kementrian Perhubungan, sementara
istrinya adalah dosen Filsafat di Universitas Indonesia. Yan dan Ratna
mempunyai tiga orang anak yang sudah dewasa, ketiganya berkecimpung di dunia
yang berbeda-beda. Anak yang pertama bernama Firman. Firman adalah seorang ayah
dengan dua orang anak. Firman diceraikan oleh istrinya karena pengangguran dan
iapun kembali ke rumah orangtuanya. Anak yang kedua bernama Satria. Satria
berprofesi sebagai seorang kontraktor yang sangat berambisi pada kekuasaan. Dan
anak yang ketiga adalah Dian. Dian adalah gadis cantik yang sudah dewasa. Dian
memiliki kekasih bernama Hasan. Hasan adalah seorang anggota DPR muda yang
berambisi pada kekuasaan. Selain Yan, Ratna, dan ketiga anaknya, di film ini
juga ada peran nenek, nenek ini adalah ibu dari Ratna.
Suatu ketika saat masalah muncul dalam keluarga
tersebut. Semua berawal dari Satria yang sangat berambisi dengan karirnya.
Satria dibujuk oleh Hasan agar meminta jatah proyek pelabuhan, dimana proyek
tersebut adalah proyek Yan dan rekan-rekannya. Sebagai seorang birokrat yang
jujur dan taat aturan, Yan tidak mau memberikan jatah proyek untuk Satria
walaupun dia adalah anak kandungnya. Sementara Hasan dan teman-temannya di DPR
telah mengatur anggaran proyek tersebut, dan alhasil perusahaan Satria
memenangkan tender. Satria dan Hasan serta dua koleganya bersenang-senang atas
kemenangannya. Tetapi, keberhasilan Satria tidak gratis. Dia harus mengeluarkan
uang untuk pejabat yang ada dalam perusahaan tempat Yan bekerja, termasuk Himawan,
atasan Yan. Lalu, Satria mengajak Firman yang pengangguran untuk bekerja sama
mengantar uang suap. Kabar tentang proyek itu akhirnya tersebar luas di kantor
Yan. Sejumlah kolega dan staf di kantor Yan menuduh Yan mempunyai andil dalam
rencana Satria mendapat proyek tersebut. Karena risi dengan tuduhan tersebut,
Yan akhirnya mengundurkan diri. Setelah mengundurkan diri dari pekerjaannya,
Yan banyak mengabiskan waktu dengan Jaka, sopirnya.
Akhir dari cerita di film ini sangat mudah ditebak.
Film ini mengusung tentang korupsi yang ada di Indonesia.
Kelebihan dalam
film ini adalah ceritanya yang mendidik masyarakat Indonesia agar tahu bahwa
korupsi tidak pandang bulu, bahkan dari keluarga yang terhormat pun korupsi
bisa saja terjadi. Selain itu film ini juga mendidik keluarga di Indonesia agar
anti korupsi. Korupsi tidak patut untuk ditiru.
Kelemahan dalam film ini adalah ceritanya yang mudah
ditebak. Karena penonton akan langsung menebak bahwa endingnya koruptor akan
tertangkap. Dan juga dalam film ini ada yang menceritakan kisah cinta orang
dewasa.
Film ini sangat tidak cocok ditonton untuk anak di
bawah umur. Karena ada adegan yang menceritakan kisah cinta orang dewasa.
Film ini sangat bagus untuk melukiskan keadaan
korupsi. Tetapi akan lebih bagus jika filmnya mengurangi adegan kisah cinta
orang dewasa agar bisa dinikmati oleh semua umur.
2.
Unsur
Intrinsik
-Tema:
Tema yang diusung difilm ini yaitu korupsi.
-Sudut Pandang:
Film ini menggunakan sudut pandang orang ketiga serba
tahu/Maha tahu karena memang sudah pasti ada dalam sebuah karya film, karena
penonton juga ingin melihat pandangan seluruh tokoh dalam tayangan. Jika hanya
tertuju pada satu tokoh, tentu keseluruhan film akan membosankan terutama film
drama.penonton ingin melihat.
-Tokoh:
Tokoh dalam film ini yaitu sepasang suami istri, Yan
dan Ratna. Mereka mempunyai 3 orang anak yaitu Firman, Satria, dan Dian yang
sedang bersiap menikah dengan Hasan yang merupakan anggota DPR yang masih muda.
-Latar:
Latar di dalam film “Sebelum Pagi Terulang Kembali” memiliki
latar yang beraneka ragam seperti latar
tempat, waktu dan suasana. Untuk latar tempatnya yaitu berada di rumah Yan,
perusahaan tempat Yan bekerja, ruang makan, dan ruang pameran lukisan.
Sedangkan latar waktunya yaitu malam hari saat keluarga Yan sedang makan malam
dan juga saat Yan meminta tolong kepada Satria untuk memperbaiki proposal
proyek Muara Tanjung. Terdapat juga latar waktu pada pagi dan siang hari. Suasana
dalam film Sebelum Pagi Terulang Kembali keseluruhan menunjukkan kesedihan.
Berawal dari Yan memutuskan untuk mengundurkan diri karena Satria sudah
merugikan perusahaan terlihat suasana yang sedih dan kecewa dengan apa yang
terjadi. Saat malan malam itu Yan meminta tolong kepada Satria untuk
memperbaiki proposal proyek Muara Tanjung, latar suasana yang terjadi adalah
senang karena bisa menghabiskan waktu makan malam dengan keluarga namun juga
sedikit ada kecewa karena ada masalah terkait dengan proposal.
-Alur:
Alur yang terdapat dalam film “ Sebelum Pagi Terulang
Kembali” adalah alur maju, alur cerita yang memperlihatkan cerita yang selalu
maju dan menuju ke masa depan atau masa selanjutnya. Bukan merupakan alur yang
mundur dan kembali ke masa lalu atau alur campuran yang menggunakan masa depan
dan masa lalu sebagai alur ceritanya.
-Gaya Bahasa:
Gaya Bahasa yang digunakan Jika dilihat dari
keseluruhan film, tokoh di dalamnya menggunakan ragam bahasa yaitu bahasa resmi
dan tidak resmi. Bahasa resmi dan tidak resmi digunakan menurut sesuai dengan
kondisi yang terjadi saat kejadian di film/tergantung tempatnya dimana. Contoh
penggunaan bahasa resmi yaitu pada saat dikantor, dan menggunakan bahasa tidak
resmi saat dirumah.
-Amanat:
Amanat yang ingin disampaikan oleh penulis dalam film
“Sebelum Pagi Terulang Kembali” wajib diresapi oleh masyarakat Indonesia.
Bahwa, penyakit korupsi itu tidak pandang bulu. Korupsi bisa terjadi dimana
saja dan kapan saja, bahkan di keluarga seorang birokrat bersih sekalipun
seperti keluarga Yan. Selain pesan, film ini juga memberikan pekerjaan rumah
penting kepada keluarga Indonesia. Bahwa semangat anti korupsi wajib ditularkan
ke orang lain agar muncul pengaruh yang positif untuk memberantas korupsi.
Komentar
Posting Komentar