ANALISIS NILAI ESTETIKA DALAM NOVEL “PARADIGMA” KARYA SYAHID MUHAMMAD



A.    SINOPSIS NOVEL

 

Judul Buku      :           Paradigma

Pengarang       :           Syahid Muhammad

Tebal Buku     :           312 halaman

 

Novel ini bercerita tentang kisah hidup dari tokoh utama yang bernama Rana, lelaki misterius yang memiliki hobi pada seni lukis dan menggambar. Dari menggambar itulah rana bisa menghasilkan uang sendiri. Banyak lukisan lukisannya yang tergolong keren dan banyak peminatnya. Rana merupakan pribadi yang terkesan egois karena selalu membenarkan jalan pikirannya sendiri. Didalam novel ini, Rana dipertemukan dengan Anya yang juga merupakan salah seorang yang bisa mengerti Rana.  Pertemuan Rana dengan Anya adalah pertemuan yang sinkron antara dua manusia, keduanya memiliki kecocokan. Anya yang menyukai dunia sastra dan Rana yang memiliki keahlian dibidang seni, menjadikan kombinasi yang sinkron antara tulisan dan lukisan. Hubungan pertemanan Rana dengan Anya membuat cemburu pacar Rana, yaitu Ola. Kemarahan Ola seakan bukan hal yang bergitu berarti untuk Rana, akan tetapi justu Anya yang selalu mengingatkan Rana perihal masalah dengan pacarnya itu. Kenyamanan tampaknya dirasakan oleh Rana dan Anya saat mereka saling bertemu.

Rana tipikal orang yang sangat jarang terbuka pada orang lain, dalam hidupnya Rana hanya memiliki satu orang sahabat Bernama Aldo. Ikatan antara Rana dan Anya menjadi saling mengikat, Rana menjadikan Anya sebagai teman bicara yang menurutnya paling bisa mengerti bagaimana dia harus diperlakukan. Sedangkan Anya kerap mengagumi cara hidup dan jalan pikiran Rana, walaupun dalam beberapa waktu Anya sadar jalan pikiran Rana mengarah pada egois. Dalam kehidupan sosial Rana dianggap sebagai sosok yang tertutup bahkan dikucilkan karena dia hanya memiliki satu teman laki-laki yaitu Aldo, bahkan Rana dianggap memiliki kelainan ketertarikan seksual. Penyebab dari dugaan ini karena Rana memiliki banyak sifat yang identik dengan feminim. Kepada Anya yang baru dikenalnya Rana menjadi terbuka dan menunjukan berbagai hal yang bahkan sebelumnya tidak ditunjukannya kepada siapun termasuk sahabatnya dari sejak lama yaitu Aldo.

Dua tokoh lain yang banyak disorot adalah Felma yang merupakan sahabat Anya dan Ikrar yang merupakan pacar dari Felma. Berawal dari keheranan Felma dan Anya yang ditimbulkan oleh gambar Rana dan Ikrar yang memiliki kemiripan, yang sudah tidak dapat disebut sebagai kebetulan semata. Konflik puncak adalah hubungan masa kecil dan ikatan antara Rana dan Ikrar. Dari hubungan masa lalu inilah yang mempengaruhi sikap dan perilaku Rana yang terkesan egois dan hanya percaya jalan pikirannya sendiri.

B.     ANALISIS ASPEK ISI/SUBSTANSI NOVEL

Tema merupakan dasar pengembangan sebuah cerita. Sebagai sebuah gagasan yang ingin disampaikan, tema dijabarkan melalui unsur- unsur intrinsik yang lain terutama tokoh, alur, dan latar. Novel Paradigma mengusung tema romantisme dan juga seperti judul novelnya sendiri, novel ini juga mengangkat tema tentang Paradigma. Paradigma sendiri adalah cara pandang seseorang individu kepada diri mereka sendiri dan lingkungan yang akan mempengaruhi pemikiran (kognitif), sikap (afektif), dan perilaku (konatif). Penggambaran tema dalam novel ini dapat dilihat dari dialog antar tokoh sekaligus pada alur cerita yang dituliskan oleh penulis.

Amanat pada novel ini adalah jangan melihat seseorang hanya pada covernya saja, jangan melihat seseorang pada awal kita bertemu mereka, lihatlah pada sudut pandang lain bahwa mereka yang berbeda itu bukan aneh. Mereka hanya berbeda, yang membutuhkan bantuan dan kepedulian kita. Jangan langsung menganggap bahwa mereka itu orang aneh, dan menimbulkan bullying. Bullying juga masih banyak dijumpai di sekitar kita. Mereka yang memiliki Mental Disorder itu butuh rangkulan kita, butuh support. bukan malah tersingkir dan terasing. Kata Bu Asni dalam novel tersebut, gangguan mental seseorang bukan hal yang pantas ditertawakan dan orang semakin sadar pentingnya kesehatan mental.

"Ada yang memaafkan dan dimaafkan. Tak ada seorang pun yang bisa memesan takdirnya sendiri. Tak ada yang ingin menjadi terdakwa atas sebuah tragedi, pun tak ada yang bisa menghindari takdir. Semua orang bisa jadi korban sekaligus pelaku." --- hal. 270 "Sebelum bisa diterima oleh orang-orang, kita terkadang harus lebih dulu menerima mereka. Enggak semua orang paham dengan kondisi kita." --- hal. 288

Nilai kehidupan dalam novel ini adalah novel ini memberikan pemahaman bahwa dalam menjalani kehidupan ini, masing-masing orang telah memiliki paradigma dan cara pandang yang berbeda-beda. Setiap orang memiliki cara pandangnya sendiri terhadap sesuatu. Kita tidak bisa egois untuk menyamakan pandangan orang lain harus sama dengan pandangan kita. Pada dasarnya, sebuah kebenaran tergantung sudut pandang masing-masing. Selain itu buku ini memberikan pemahaman tentang isu kesehatan mental. Untuk memahami orang seperti ini perlu membutuhkan kesabaran dan sudut pandang yang berbeda. Tokoh Rana dalam novel ini, memiliki keunikan yang di mana, ibu, dan Ikrar merupakan orang yang sama. Rana sering berubah sesuai dengan kondisi.

Tokoh cerita dimaksudkan sebagai pelaku yang dikisahkan perjalanan hidupnya dalam cerita lewat alur, baik sebagai pelaku maupun penceritaberbagai peristiwa yang diceritakan. Tokoh dalam novel ini dibedakan menjadi tokoh utama dan tokoh pembantu jalannya cerita. Tokoh tersebut memiliki karakter sebagai berikut :

·         Rana

Tokoh utama dalam novel ini adalah Rana. Lelaki misterius yang memiliki hobi pada seni lukis dan menggambar. Dari menggambar itulah rana bisa menghasilkan uang sendiri. Banyak lukisan lukisannya yang tergolong keren dan banyak peminatnya. Rana merupakan pribadi yang terkesan egois karena selalu membenarkan jalan pikirannya sendiri.

·         Anya

Anya merupakan sahabat dari Rana yang memiliki hobi pada bidang sastra, contohnya puisi. Menurut rana, hanya anya yang dapat mengerti jalan pikir dari rana. Bahkan, sudah beberapa kali anya menemani rana dalam melukis, ngopi, dll.

·         Olla

Olla merupakan pacar dari rana. Olla kerap cemburu dengan kebersamaan rana dan juga anya. Sudah beberapa kali olla bilang kepada rana kalau dia cemburu. Tapi rana dengan sifat egoisnya tetap dapat menyangkal hal itu. Bahkan olla pun hanya bisa diam dan pasrah saat mengetahui jawaban dari rana.

·         Aldo

Aldo merupakan sahabat satu satunya rana. Yaa, rana merupakan orang yang penutup dan suka mengucilkan diri. Pantas saja, ia hanya memiliki seorang sahabat saja, yaitu aldo. Mereka berdua kerap disangka memiliki hubungan seperti homo karena mereka sering pergi berdua. Tetapi aldo dan rana hanya membiarkan omong kosong itu.

·         Felma

Felma merupakan sahabat dari anya. Mereka bersahabat dari SMA. Felma melanjutkan kuliah di Jogjakarta dan sedang menyambangi bandung. Mereka bertemu di sebuah kafe di daerah Lengkong, Bandung.

·         Ikrar

Ikrar merupakan pacar dari felma yang juga teman dari SMA felma sendiri. Saat di Jogja, felma sering bermain ke tempat ikrar yang berada di jalan Mataram. Beberapa malam sekali, felma datang ke tempat ikrar untuk mengerjakan tugas, juga berbincang bincang dengan ayah ikrar.

 

Latar (setting) dapat dipahami sebagai landas tumpu berlangsungnya berbagai peristiwa dan kisah yang diceritakan dalam cerita. Latar dapat terjadi di mana saja termasuk di dalam benak tokoh sehingga tidak terlalu banyak membutuhkan deskripsi tentang latar. Novel Paradigma memiliki latar tempat seperti kampus, kafe, dan rumah setiap tokoh. Latar seringkali dijumpai dalam cerita yang dituliskan oleh pengarang dalam novel Paradigma. Tidak jarang ditemukan penceritaan yang menggambarkan suatu tempat yang sedang dikunjungi oleh tokoh.

Alur dapat dipahami sebagai serangkaian peristiwa yang terjadi berdasarkan hubungan sebab akibat. Dalam sebuah cerita mesti ada banyak peristiwa yang dirangkai menjadi satu kesatuan yang padu. Dalam novel Paradigma ini, dapat ditemukan peristiwa-peristiwa yang membawa ingatan kembali pada masa lalu. Namun tidak seutuhnya mundur, novel ini juga menceritakan waktu berikutnya. Dapat dipastikan alur dalam novel ini adalah alur maju-mundur. Dilihat dari penceritaan yang digambarkan penulis mengenai cerita dari orang tuanya dahulu yang merupakan seorang aktor dalam teater. Selain itu juga diceritakan kisah masa lalu awal mula papa dan mamanya rana bertemu di panggung teater. Pada akhir cerita dikisahkan rana berdandan menjadi perempuan di kampusnya dan juga ikrar yang hilang dan belum kembali.

 

C.    ANALISIS ESTETIKA NOVEL

a.       Keutuhan

Dalam estetika, keutuhan menunjuk secara keseluruhan sifat yang utuh. Keutuhan menunjukkan hubungan yang bermakna (relevan) antara komponen yang satu dengan lainnya, tanpa adanya bagian yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan komponen yang lain. Keutuhan atau kesatuan merupakan hubungan timbal balik yang terkandung dalam tema, yang saling membentuk adanya cerita dalam novel. Melalui keutuhan tema dengan unsur pembangun dalam novel Paradigma, pembaca mampu menangkap dan merasakan keindahan bentuk novel. Hal itu disebabkan karena dengan adanya tema dalam novel, akan menjadi lebih hidup dan mampu mempertebal ungkapan nilai yang dikandungnya. Kesatuan novel Paradigma dapat dirasakan dari melalui tema yang dikandungnya yakni mencerminkan aspek kehidupan sosial bermasyarakat.

Novel ini bercerita tentang kisah hidup tokoh utama, yakni Rana. Rana merupakan lelaki misterius yang memiliki hobi pada seni lukis dan menggambar. Rana merupakan pribadi yang terkesan egois karena selalu membenarkan jalan pikirannya sendiri. Kemudian Rana bertemu dengan Anya. Anya sendiri memiliki kegemaran di dunia sastra seperti puisi. Namun hubungan kedekatan Rana dan Anya tersebut menimbulkan konflik dengan teman Rana yakni Ola. Dalam kehidupan bersosialnya, Rana dianggap sebagai sosok yang tertutup bahkan dikucilkan karena dia hanya memiliki satu teman laki-laki yaitu Aldo, bahkan Rana dianggap memiliki kelainan ketertarikan seksual. Penyebab dari dugaan ini karena Rana memiliki banyak sifat yang identik dengan feminim.

b.      Kekontrasan

The Liang Gie mengungkapkan bahwa aspek konfusi atau kekontrasan merupakan sebagai penilaian estetika untuk mengatasi kemonotonan atau kesenadaan yang berlebihan. Maka penyusunan karya harus mampu dan berusaha untuk menampilkan keanekaan (variety) dan kesatuan (unity) yang semuanya tetap mempertimbangkan keseimbangan.

Dalam novel Paradigma, kekontrasan dalam menampilkan keanekaan dan kesatuan tampak dalam setiap sub bab yang diceritakan. Setiap sub bab memberikan suasana yang baru serta menjadi penyeimbang dalam jalannya cerita. Adanya unsur kontras dalam novel Paradihma, memberikan sebuah alur yang apik dan ringan untuk dibaca. Terlebih dikarenakan novel ini bercerita tentang kisah hidup tokoh utama dalam bersosial masyarakat. Tentu hal tersebut dapat dijadikan contoh pembaca dalam kehidupan sehari-hari.

c.       Keseimbangan

Unsur yang paling menonjol dalam novel Paradigma diperkuat melalui suasana yang ditimbulkan. Melalui novel Paradigma, penulis berusaha menumpahkan simpatinya terhadap kontrol sosial bermasyarakat. Diceritakan bahwa Rana merupakan sosok yang dianggap sebagai laki-laki yang tertutup bahkan dikucilkan karena dia hanya memiliki satu teman laki-laki yaitu Aldo, bahkan Rana dianggap memiliki kelainan ketertarikan seksual. Penyebab dari dugaan ini karena Rana memiliki banyak sifat yang identik dengan feminim. Maka dari itu, sudah sepatutnya pembaca mampu mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya, serta mengambil kebaikan dan meninggalkan keburukan yang disampaikan dalam novel Paradigma.

d.      Keharmonisan

Keharmonisan merupakan bentuk keselarasan yang ada di dalam novel Paradihma. Persoalan kehidupan manusia yang hidup di bawah garis sosial bermasyarakat menjadi persoalan utama dari naskah tersebut. Dapat diketahui bahwa naskah novel Paradigma karya Syahid Muhamad memiliki prolog dan sub bab di dalamnya. Sub bab tersebut terdiri dari sekitar 24 sub bab. Sub bab tersebut meliputi Anya, Ola, Aldo, Ancaman, Felma, Ikrar, Semakin Dekat, Bertukar Kisah, Peran, Cerita Jiwa, Dunia Rana, Jiwa yang Terluka, Sebuah Berita, Pembelaan, Ibu, Ayah, Pedili yang Hidup Kembali, Terus Mencari, Rumah, Bersalah, Penerimaan, Rana Si Aneh, dan Jeda.

Novel Paradigma menciptakan suasana dan pandangan yang tidak memisahkan mimpi dari kenyataan. Masalah utama yang terdapat dalam novel Paradigma adalah mengisahkan tentang tokoh utama Rana dalam kehidupan bersosialisasinya. Selain itu tampak pula bagaimana tataran kehidupan masyarakat sosial di sekitar Rana, yang akhirnya mempengaruhi Rana dalam berkehidupan sehari-hari.

Menengok kembali terhadap dampak yang timbul akibat kurangnya bersosialisasi, maka sebaiknya kita tidak hidup apatis, melainkan mampu saling merangkul dalam kehidupan bersosial. Dalam hal ini, Syahid Muhamad menuangkan gagasannya terhadap kehidupan masyarakat yang mengalami ketimpangan sosial

e.       Keragaman atau Variasi

Tema serta alur cerita yang sesuai dengan judul yang diusung, menjadikan kisah dalam novel ini dapat dinikmati dengan mudah dan ringan. Terdapat beberapa keragaman dan variasi yang agaknya mampu ditelah oleh pembaca karena bahasa yang digunakan oleh Syahid Muhamad dapat dimengerti dengan mudah. Terdapat pula variasi keberagaman sifat dan sikap setiap tokoh, yang membuat novel ini semakin menarik untuk dibaca hingga tuntas.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Puisi Karya Amir Hamzah Berjudul "Padamu Jua"

Analisis Iklan Air Mineral "Aqua" Pada Televisi

Analisis Puisi Berjudul "Serenada Hijau" Karya W.S Rendra