Rangkuman Jurnal “ANALISIS SEMIOTIK NILAI-NILAI FEMINISME DALAM FILM MULAN 2020”
Pengertian Film Secara berdasarkan kata, film (cinema) asalnya dari kata cinematographie yang memiliki arti cinema (gerak), tho atau phytos (cahaya) dan graphie atau grhap (tulisan, gambar, citra). Sehingga bisa diartikan Film merupakan mewujudkan gerak dengan cahaya. Film merupakan salah satu bentuk karya seni yang mencakup 6 cabang keseninan khalayak. Hal ini dapat dilihat dari amanat atau pesan yang terkandung dalam setiap film.
Beberapa film menunjukkannya secara eksplisit, lainnya secara implisit (Imanjaya, 2006). Salah satu perusahaan hiburan yang terkenal dengan hasil karya filmnya yang menakjubkan dan selalu menjadi kecintaan banyak kalangan yaitu Walt Disney. Walt disney merupakan perusahaan konglomerat dengan produksi film dan media terbesar di dunia.
Dilansir dari website official milik Walt Disney, mereka memiliki tujuan untuk menghibur, memberikan informasi, serta menginspirasi masyarakat luas melalui cerita, brand, pikiran kreatif serta teknologi yang inovatif yang mereka miliki. Terkhusus dalam bidang studio perfilman, Walt Disney memiliki Walt Disney Animation Studios dan PIXAR Animation Studios. Disney sendiri terkenal dengan film-film animasinya yang sangat menghibur dan banyak mengandung amanat baik sehingga sangat cocok ditonton bagi anak-anak.
Walt Disney juga banyak menghasilkan film-film live action yang tidak kalah terkenal dengan film animasi mereka, salah satunya adalah Mulan 2020. Mulan 2020 merupakan film Amerika dengan genre fantasy, action, dan drama, hasil produksi dari Walt Disney. Mulan 2020 merupakan film live action yang diadptasi dari film animasi tahun 1998 dengan judul yang sama yaitu Mulan dan juga diproduksi oleh Walt Disney.
Berdasarkan sinopsis yang ada, Mulan merupakan cerita dengan berlatar belakang Kekaisaran Tiongkok. Sebagai anak perempuan, Mulan dipandang baik jika dapat bertindak seperti apa yang orang tua dan lingkungan inginkan, serta dengan menikah dan dijodohkan dengan pria dari keluarga lain. Namun, pertemuan Mulan dengan wanita tua yang akan menjodohkan Mulan dengan pria lain tidak berjalan mulus, sehingga Mulan dipanggil sebagai aib keluarga.
Nilai-nilai feminisme dalam film Mulan cukup jelas terlihat di beberapa adegan. Berikut merupakan adegan-adegan dengan nilai-nilai feminisme yang ditunjukan melalui tanda berdasarkan teori semiotika menurut Pierce. Salah satunya adalah adegan pada Mulan kecil sedang belajar menggunakan chi yang ia miliki di tengah persawahan, itu mengartikan bahwa Mulan melatih dan menggunakan chi yang ia punya di tengah sawah untuk menghindari kerumunan agar ia tidak dikucilkan, karena anak perempuan seharusnya tidak menggunakan chi mereka. Chi merupakan kekuatan spiritual yang dipercaya dimiliki semua makhluk hidup, namun tidak semua orang dapat menggunakan dan mengendalikannya.
Dalam film Mulan, disebutkan bahwa hanya pria yang boleh meggunakan chi, terutama untuk keperluan perang. Sementara wanita yang hanya dikhususkan untuk mengurus urusan domestik saja tidak diperbolehkan untuk menggunakan chi yang mereka miliki, atau mereka akan dipermalukan, dihina, dan diasingkan
Komentar
Posting Komentar